JAKARTA-DONNEWS: Modus kejahatan dengan menggunakan obat bius selalu mengancam pemudik. Pelaku kejahatan, baik perorangan maupun kelompok, mengincar pemudik dengan berupura-pura menawarkan minuman atau makanan.
Kalau tidak hati-hati, harta benda korban bisa raib. Bahkan tak jarang nyawa korban melayang karena begitu kerasnya dosis obat bius yang digunakan.
Sabtu pekan lalu, korban pembiusan menimpa Sugiharto. Pemudik yang menggunakan KA Kertajaya itu ditemukan dalam kondisi terhuyung-huyung di Stasiun Tawang, Semarang. Dia seperti orang linglung karena tidak dapat mengingat apa yang baru dialaminya.
Dalam pengaduan di Posko Mudik Stasiun Tawang, Sugiharto menceritakan awalnya ia hendak pulang mudik dari Jakarta tujuan Surabaya. Ia ditawari makanan oleh orang yang baru dikenalnya di atas kereta. Setelah itu ia tak ingat lagi yang dia alami. Tahu-tahu ia diturunkan di Semarang, dengan seluruh uang dan oleh-oleh mudik raib dibawa kabur pelaku.
Nasib serupa dialami Dedi (25). Warga Bekasi, Jawa Barat, itu ditemukan pingsan di sebuah bus di Terminal Merak, Cilegon, Banten. Saat itu Dedi hendak mudik ke Palembang, Sumatera Selatan. Diduga pemuda berusia 25 tahun itu juga menjadi korban pembiusan.
Dedi akhirnya dibawa ke sebuah klinik tak jauh dari terminal. Hampir empat jam ia tidak juga sadarkan diri. Menurut Hasan Basri, kondektur bus yang menemukan korban, tas dan barang bawaan Dedi masih utuh. Namun, tak sepeser pun uang tersisa di dompet dan saku celananya.
Kasus serupa juga menimpa Hasanudin. Sopir kendaraan sewaan itu awalnya hendak mengantarkan dua pria yang menyewa kendaraannya untuk mudik ke Serang, Banten. Dalam perjalanan dia dibius dan baru sadarkan diri setelah ditemukan di emperan toko dengan hanya mengenakan celana dalam. Ternyata, dua penumpang gadungan itu melucuti seluruh barang bawaan Hasanudin dan membawa kabur mobilnya. Kasusnya kini ditangani Polsek Bekasi Timur.
Korban Tewas
Kasus pembiusan bahkan pernah merenggut korban jiwa. Korbannya seorang lelaki tanpa identitas berusia sekitar 50 tahun. Korban akhirnya meninggal dunia beberapa saat setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi.
Petugas RSUD Bekasi, Abdul Rohim, di Bekasi, Selasa, mengatakan, menurut petugas medis rumah sakit tersebut, korban diduga dibius dalam angkutan umum. Setelah tak sadarkan diri, laki-laki itu dilempar ke tanah kosong di Jalan A Yani tak jauh dari SPBU.
Korban ditemukan oleh tukang ojek yang tidak mau disebutkan namanya sekitar pukul 02.30 WIB, kemudian melapor ke Bripka Agus dari Polsek Bekasi Barat dan selanjutnya dibawa ke RSUD Bekasi.
Setibanya di rumah sakit tersebut, korban pembiusan sempat dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD), tetapi akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnaen mengatakan, polisi sering menangani kasus pembiusan dan sudah banyak yang ditangkap. Pelaku biasanya mengincar penumpang angkutan umum yang sendirian. "Modusnya, calon korban diajak mengobrol. Bahkan tak jarang pelaku membantu menaikkan barang penumpang ke mobil atau menolong yang lain," katanya.
Ia mengingatkan, agar tidak menjadi korban pembiusan, penumpang angkutan umum diminta untuk tidak lengah. Penumpang juga agar tidak membawa barang berharga secara berlebihan. "Kalau ada yang menawarkan makanan atau mimuman, sebaiknya ditolak," kata Zulkarnaen.
Ia menegaskan polisi akan memburu pelaku pembiusan dan menindak sesuai dengan ketentuan hukum. (don)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar