Kamis, 06 November 2008

HARYONO: GERAKAN BANTUL BANGKIT PERLU DITIIRU


BANTUL-DONNEWS: Gerakan Bantul Bangkit hendaknya bisa ditiru masyarakat korban bencana alam lainnya di Indonesia. Gerakan ini menunjukkan adanya semangat untuk bangkit dan maju meskipun telah dilanda bencana alam gempa bumi yang sangat besar.
"Masyarakat Bantul begitu gigih untuk bangkit dan maju. Mereka tidak mau tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut. Semangat ini sangat membanggakan kita semua," kata Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), Haryono Suyono, saat menyerahkan bantuan kepada dua kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluar-ga Sejahtera (UPPKS) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (15/11).
UPPKS yang menerima bantuan adalah UPPKS Aster dan UPPKS Duku, masing-masing mendapatkan bantuan uang sebesar Rp 20 juta, sebuah hand tracktor dan oven untuk membuat roti. Penyerahan bantuan dilakukan di Dukuh Derman Gersik RT 06, Kelurahan Sumber Mulyo, Kecamatan Bambang Lipuro, Bantul.
Penyerahan bantuan disaksikan langsung Kepala BKKBN Pusat Sugiri, Dirut Bank Pembangunan Daerah DI Yogyakarta Suharsoyo, Wakil Bupati Bantul H Suwarno, dan ibu-ibu anggota UPPKS.
Haryono Suyono menambahkan, semangat untuk bangkit yang dimiliki masyarakat inilah yang membuat Yayasan Damandiri tergerak untuk memberikan bantuan. Selain itu, masyarakat juga menyambut baik bantuan yang telah diberikan Da-mandiri, ini terbukti de-ngan banyaknya permintaan dari masyarakat.
Karena tingginya permintaan itu, lanjut Haryono Suyono, sejak tahun 2002 hingga saat ini Damandiri telah menyalurkan bantuan pinjaman lunak kepada masyarakat DI Yogyakarta sebanyak Rp 172 miliar dengan total masyarakat penerima bantuan sebanyak 11.500 orang.
"Bantuan selama ini kami titipkan melalui BPD DI Yogyakarta. Awalnya Rp 60 miliar, kemudian menjadi Rp 100 miliar, dan saat ini telah mencapai Rp 172 miliar," katanya.
Damandiri, lanjutnya, saat ini tengah merencanakan pemberian bantuan anak asuh bagi biaya pendidikan anak-anak berprestasi dari keluarga tidak mampu korban bencana gempa bumi di Bantul. Anak-anak berprestasi itu akan disekolahkan ke sekolah unggulan dengan biaya dari Damandiri.
Wakil Bupati Bantul, Suwarno, menambahkan, sejak terjadinya gempa bumi pada 26 Mei 2006 lalu itu, semangat masyarakat sempat turun drastis. Apalagi di Dukuh Derman Gersik ini korban meninggal mencapai 18 orang dan korban meninggal di Kecamatan Bambang Lipuro tercatat 80 orang dan puluhan rumah warga hancur. "Kerugian akibat gempa bumi yang dirasakan kecamatan ini termasuk paling parah. Kondisi ini sempat membuat masyarakat drop," katanya.
Yayasan Damandiri, menurutnya, memiliki program untuk menggerakkan dan mendorong keluarga korban gempa agar bisa kembali bangkit. Bahkan saat ini telah selesai dibangun 20 unit bantuan rumah dari 90 unit bangunan rumah layak huni yang tersebar di Bantul.
Ketua UPPKS Aster, Ny Susilah, mengungkapkan, bantuan ini sangat membantu perekonomian mereka. Karena ibu-ibu tidak terlalu menggantungkan dari penghasilan suami, namun mereka telah bisa mendapatkan hasil dari menyewakan hand tracktor dan pembuatan roti yang dikelola UPPKS. (Sadono Priyo)

Tidak ada komentar: