JAKARTA (Suara Karya): Sesosok mayat perempuan ditemukan dalam sebuah kopor di pinggir jalan tol km 1.200 Wiyoto-Wiyono (Cawang-Priok), Jakarta Utara, Minggu (18/1) pagi. Diduga ia merupakan korban kekerasan dan pelaku melemparnya dari dalam mobil yang melaju kencang.
Saat berita ini diturunkan semalam, polisi masih mengusut adanya informasi yang menyebutkan bahwa korban adalah Debi, beralamat di Gang Sawo III Jalan Dr Sahardjo RT 02/09 Kelurahan Manggarai Selatan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Mayat korban ditemukan pertama kali oleh petugas patroli jalan tol (patroli jalan raya). Kondisinya sangat menyedihkan. Korban yang menderita luka-luka di sekujur tubuhnya itu tidak mengenakan busana dan hanya ditutup selimut.
Berdasarkan hasil otopsi tim dokter forensik RS Cipto Mangunkusumo, korban mengalami luka di bagian anus belakang (bekas sodomi) serta terdapat memar dan benjolan di kepala.
Di tubuh korban juga ada luka cekikan di leher dan terjadi pembengkakan, memar di kelopak mata kiri, dengan gigi rahang atas tidak ada, rahang bawah ompong. Diduga korban baru dianiaya pada Sabtu malam atau 12 jam sebelum ditemukan.
Ciri-ciri korban, umur sekitar 30 tahun, tinggi badan 165 cm, rambut pendek warna hitam dan sedikit pirang. Ciri menonjol lain, pada kaki sebelah kiri terdapat tompel sepanjang 10 cm dan golongan darah A.
Hingga Minggu sore, polisi belum menemukan identitas korban yang dimaksud. Itulah sebabnya Polres Jakarta Utara segera mengumumkan ciri-ciri korban melalui radio, televisi, dan media internet.
Meski demikian, sekitar pukul 18.00 WIB ada yang mengaku mengenal korban. Korban diketahui bernama Debi, beralamat di Gang Sawo III Jalan Dr Sahardjo RT 02/09.
Nuryadi, tetangga korban, menjelaskan sudah dua malam Debi tidak pulang. Wanita ini berasal dari Nangroe Aceh Darussalam dan telah tujuh tahun tinggal di Jakarta.
Kasus mayat dalam kopor bukan untuk pertama kalinya ditangani kepolisian. Sejumlah kasus serupa sempat mencuat, beberapa di antaranya berhasil diungkap kepolisian. Dalam tiga tahun terakhir setidaknya terjadi lima kasus mayat dalam kopor di Jakarta dan sekitarnya.
Pada 16 Oktober 2007, mayat perempuan hamil tiga bulan, belakangan diketahui bernama Susilowati Lilyana, ditemukan dalam kopor di Kali Ancol, Jakarta Utara. Tersangka pembunuhnya ternyata anak pemilik spa di Lokasari, Taman Sari. Korban adalah istri simpanan ayah tersangka.
Kemudian 6 Desember 2007 korban diketemukan di hutan pinus Kampung Lemang Nendeud, Megamendung, Bogor. Pada 21 April 2008, mayat perempuan muda ditemukan dalam kopor di pantai Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Pada 23 Juli 2008, mayat lelaki ditemukan dalam kopor di Danau Sunter, Jakarta Utara. Belakangan korban diketahui Bambang Sapto Nugroho.
Kasus mayat dalam kopor baru-baru ini juga ditemukan di perairan Muara Gembong, Bekasi, November 2008. Hingga sekarang kasusnya belum terungkap. (Sadono)
Saat berita ini diturunkan semalam, polisi masih mengusut adanya informasi yang menyebutkan bahwa korban adalah Debi, beralamat di Gang Sawo III Jalan Dr Sahardjo RT 02/09 Kelurahan Manggarai Selatan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Mayat korban ditemukan pertama kali oleh petugas patroli jalan tol (patroli jalan raya). Kondisinya sangat menyedihkan. Korban yang menderita luka-luka di sekujur tubuhnya itu tidak mengenakan busana dan hanya ditutup selimut.
Berdasarkan hasil otopsi tim dokter forensik RS Cipto Mangunkusumo, korban mengalami luka di bagian anus belakang (bekas sodomi) serta terdapat memar dan benjolan di kepala.
Di tubuh korban juga ada luka cekikan di leher dan terjadi pembengkakan, memar di kelopak mata kiri, dengan gigi rahang atas tidak ada, rahang bawah ompong. Diduga korban baru dianiaya pada Sabtu malam atau 12 jam sebelum ditemukan.
Ciri-ciri korban, umur sekitar 30 tahun, tinggi badan 165 cm, rambut pendek warna hitam dan sedikit pirang. Ciri menonjol lain, pada kaki sebelah kiri terdapat tompel sepanjang 10 cm dan golongan darah A.
Hingga Minggu sore, polisi belum menemukan identitas korban yang dimaksud. Itulah sebabnya Polres Jakarta Utara segera mengumumkan ciri-ciri korban melalui radio, televisi, dan media internet.
Meski demikian, sekitar pukul 18.00 WIB ada yang mengaku mengenal korban. Korban diketahui bernama Debi, beralamat di Gang Sawo III Jalan Dr Sahardjo RT 02/09.
Nuryadi, tetangga korban, menjelaskan sudah dua malam Debi tidak pulang. Wanita ini berasal dari Nangroe Aceh Darussalam dan telah tujuh tahun tinggal di Jakarta.
Kasus mayat dalam kopor bukan untuk pertama kalinya ditangani kepolisian. Sejumlah kasus serupa sempat mencuat, beberapa di antaranya berhasil diungkap kepolisian. Dalam tiga tahun terakhir setidaknya terjadi lima kasus mayat dalam kopor di Jakarta dan sekitarnya.
Pada 16 Oktober 2007, mayat perempuan hamil tiga bulan, belakangan diketahui bernama Susilowati Lilyana, ditemukan dalam kopor di Kali Ancol, Jakarta Utara. Tersangka pembunuhnya ternyata anak pemilik spa di Lokasari, Taman Sari. Korban adalah istri simpanan ayah tersangka.
Kemudian 6 Desember 2007 korban diketemukan di hutan pinus Kampung Lemang Nendeud, Megamendung, Bogor. Pada 21 April 2008, mayat perempuan muda ditemukan dalam kopor di pantai Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Pada 23 Juli 2008, mayat lelaki ditemukan dalam kopor di Danau Sunter, Jakarta Utara. Belakangan korban diketahui Bambang Sapto Nugroho.
Kasus mayat dalam kopor baru-baru ini juga ditemukan di perairan Muara Gembong, Bekasi, November 2008. Hingga sekarang kasusnya belum terungkap. (Sadono)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar