Rabu, 11 Februari 2009

KAWANAN PENJAHAT DI ATM DI KROYOK MASSA


JAKARTA (Suara Karya): Komplotan pelaku kejahatan yang mencari korban pengguna anjungan tunai mandiri (ATM) kena batunya. Niat busuk mereka yang berpura-pura membantu korbannya malah berujung dengan pengeroyokan massa. Tiga anggota kompotan kini mendekam di Polsek Metro Jagakarsa, Jakarta Selatan.
"Saya lama-lama curiga ketika menelepon call center untuk menanyakan ATM saya yang tertelan, yang menjawab kok terlihat orangnya," kata Alam, pengguna ATM BNI di Ruko Tanjung Mas Raya, Jakarta Selatan, Senin (12/1).
Alan menceritakan pengalamannya itu di kantor Polsek Jagakarsa. Ia dimintai keterangan selaku saksi korban dengan tersangka Oliv, Syahrizal, dan Garnis Tumewu. Polisi juga menyita satu unit telepon seluler CDMA, gantungan plastik film, dan sejumlah uang tunai.
Lebih lanjut Alam yang juga mahasiswa Universitas Indonesia ini mengaku sengaja mengulur-ngulur waktu begitu melihat orang mencurigakan. Ia terus mengajukan pertanyaan ke call center. Ia makin yakin bahwa orang yang menjawab di telepon merupakan orang tersebut.
Ia pun meneriaki orang yang menggenggam ponsel itu. Karena terkejut, orang itu mencoba lari. Tapi satpam dan pengunjung di ruko merespons teriakan Alam dengan menangkap orang tersebut. Ternyata pelaku tidak sendiri. Ada dua temannya yang akhirnya ikut menyerahkan diri ke polisi.
Modus kejahatan yang dilakukan komplotan ini yakni dengan memasang stiker call center di ATM. Stiker call center yang asli diganti dengan call center milik komplotan tersebut.
Mereka juga memasang guntingan roll film di mesin ATM. Tujuannya, ATM yang sudah masuk akan terhambat dan akhirnya tertelan. Alam mengaku ATM-nya tertelan saat hendak mengambil uang. "Segera saya telepon call center yang tertera di atas mesin ATM," kata Alam di Polsek Jagakarsa, Jalan Timbul, Jakarta Selatan.
Anehnya, ketika dia menelepon call center tersebut dia disuruh menyebutkan nomor PIN. Ia pun mulai curiga. Meski demikian, dia tidak tahu bahwa nomor call center yang asli telah ditutup dengan stiker call center milik komplotan penipu.
Penipuan dengan cara menutup stiker nomor call center asli di mesin ATM dengan nomor HP penipu alias call center aspal bukan hal yang baru. Itulah kenapa dalam berbagai kesempatan pihak bank selalu meminta nasabah jangan menyebutkan nomor PIN kepada siapa pun, termasuk petugas call center.
Sesuai prosedur, jika nasabah bank kehilangan ATM atau pun ATM tertelan, nasabah diminta membuat laporan ke polisi untuk pengurusan ATM baru. "Kalau sampai menyebut nomor PIN, sudah pasti penipuan," kata Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Zulkarnain. (Sadono)

Tidak ada komentar: