<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257</id><updated>2011-04-21T22:12:25.927-07:00</updated><title type='text'>don-news</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-5615444046603394577</id><published>2009-05-07T07:01:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T07:05:35.748-07:00</updated><title type='text'>PENGUSAHA DAN PEJABAT DALANGI PEMBUNUHAN NASRUDDIN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;JAKARTA (Suara Karya): Setelah melalui penyelidikan panjang&lt;/span&gt;, kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen (42) akhirnya terungkap. Polisi menangkap sembilan tersangka pembunuhan Diretur Utama PT Rajawali Putra Banjaran pada 14 Maret 2009 itu. Para tersangka itu terdiri dari dua orang pengusaha sebagai otak pembunuhan, tiga orang sebagai pengatur pembunuhan (operator), dan 4 orang sebagai eksekutor. Operator dan eksekutor merupakan pembunuh bayaran. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;Kepala Kepolisian RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan, polisi terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap tuntas kasusnya. "Seluruhnya sudah ditangkap, termasuk ke atas (otak), ada pengusahanya juga," kata Kapolri, seusai pertemuan dengan enam rektor perguruan tinggi negeri di Mabes Polri, Kamis (30/4). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;Meski demikian, Kapolri enggan menjelaskan siapa pengusaha dan otak pembunuhan Nasrudin. Bambang juga masih tutup mulut soal adanya dugaan pejabat negara terlibat dalam pembunuhan tersebut.&lt;br /&gt;"Itu (keterlibatan pejabat tinggi) kan andaikata. Nanti sajalah, siapa pun (yang terlibat) pasti kita tindak tegas," katanya. Ia juga memastikan, unsur militer tak terlibat dalam pembunuhan. Soal motif pembunuhan, Bambang menyerahkan penjelasannya ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;Barang bukti yang disita satu unit sepeda motor, satu mobil Toyota Avanza, serta senjata api jenis revolver yang diduga digunakan untuk membunuh Nasruddin. Kapolri membenarkan senjata organik seperti digunakan anggota TNI Polri. "Senjata itu ilegal, tapi sudah dijual di pasaran," katanya menambahkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;Keterangan yang dihimpun Suara Karya di Polda Metro menyebutkan, para tersangka diperiksa di sebuah lokasi yang dijaga ketat. "Mereka disimpan dulu di sebuah tempat yang dirahasiakan," kata Kepala Satuan Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya AKBP Nico Afinta. Tindakan ini dilakukan agar pengembangan penyidikan lebih fokus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;Sumber di rumah tahanan polda menyebutkan, ruang isolasi terletak di tengah, antara Blok A dan B, yang ditempati para tersangka kejahatan umum dan tersangka korupsi. Salah satu bos di PT Pers Indonesia Merdeka (PIM), Boni Hargens, membenarkan Komisaris PT PIM berinisial SHW ditahan di Polda. "Biarkan polisi bekerja profesional. Tapi saya kira polisi harus punya cukup bukti untuk menetapkan orang sebagai otak pembunuhan. Jangan semata-mata keterangan orang lain," kata Boni saat menjenguk temannya di rutan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;Dari informasi yang beredar, sembilan tersangka berinisial Hen, Her, Dan, Ran, Kor, dan Ed. Tiga nama lagi masih disimpan dalam-dalam oleh polisi. Diduga, salah satunya adalah pengusaha yang memiliki saham di media nasional yang dekat dengan elite politik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;Pembunuhan terkesan sudah direncanakan. Para tersangka membagi tugasnya. Sebanyak 4 orang berperan sebagai eksekutor dengan menaiki mobil (2) dan sepeda motor (2). Sedangkan lima lainnya berperan sebagai pemodal dan pengatur pembunuhan (operator). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666600;"&gt;Saat eksekusi, dua orang yang mengendarai Yamaha Scorpio awalnya membuntuti mobil korban. Pengendara berinisial Her, pembonceng yang membawa pistol berinisial Dan. Sementara dua tersangka lainnya yang mengendarai Avanza berperan menghalangi laju BMW yang dinaiki korban. Setelah pengemudi Avanza memepet mobil korban, diteruskan dengan pengendara Scorpio mendekat ke mobil. Setelah berada tepat di samping kiri, Dan mengarahkan tembakan ke kapala korban hingga kaca belakang BMW tembus dan mengenai kepala korban.&lt;br /&gt;Para tersangka ditangkap sejak Senin, 27 April 2009, di tiga lokasi. &lt;strong&gt;(Sadono)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-5615444046603394577?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/5615444046603394577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=5615444046603394577' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/5615444046603394577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/5615444046603394577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2009/05/pengusaha-dan-pejabat-dalangi.html' title='PENGUSAHA DAN PEJABAT DALANGI PEMBUNUHAN NASRUDDIN'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-3276327899310332807</id><published>2009-05-07T06:56:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T07:00:55.592-07:00</updated><title type='text'>DITODONG PISTOL MAINAN, NISSAN X-TRAIL RAIB</title><content type='html'>&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;JAKARTA (Suara Karya): Nasib apes&lt;/span&gt; dialami Bernard Fabio Suwanto. Warga Blok K/V RT 10 RT 15 Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, itu harus kehilangan mobil Nissan X-Trail kesayangannya karena ulah penjahat jalanan. Padahal, komplotan itu hanya menggunakan pistol mainan untuk menakut-nakuti korban. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Selain kehilangan mobil, Bernard juga harus merelakan dua telepon genggamnya disikat perampok. "Polisi sudah menerima laporannya. Pelakunya diperkirakan lima orang dan kini sedang dalam tim buser Polres Jakarta Utara," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Cryshnanda kepada wartawan di Mapolda, Kamis (2/4). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun di Polres Jakarta Utara, peristiwa perampokan bermula saat Bernard tengah dalam perjalanan pulang pada Rabu (1/4) malam sekitar pukul 22.45 WIB dengan mengendarai Nissan X-Trail bernomor polisi B-301-FS. Ia baru saja keluar dari tol Wiyoto Wiyono atau tepatnya di pintu keluar Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.&lt;br /&gt;Tiba-tiba mobilnya dipepet Toyota Avanza warna silver sehingga mengharuskan Bernard menepikan mobilnya. Tak beberapa lama, seorang penumpang Avanza menodongkan pistol ke arah Bernard melalui kaca mobil. Korban diancam akan ditembak kalau tidak turun dari mobil. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Bernard pun turun sambil mengangkat kedua tangannya. Seorang penumpang Avanza segera mengambil alih kemudi mobil produksi tahun 2004 itu.&lt;br /&gt;Setelah mobil berhasil direbut, para pelaku segera melarikan diri. Namun, korban tak mau kehilangan begitu saja mobilnya dan mencoba melawan. Akibatnya, senjata pistol yang sebelumnya digenggam salah seorang pelaku terjatuh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Saat pistol berada dalam genggaman korban, ternyata tidak bisa dioperasikan. Kawanan perampok pun tak mempedulikannya dan memilih tancap gas bersama mobil hasil curiannya.&lt;br /&gt;Dengan lunglai, korban mendatangi petugas Jasa Marga yang selanjutnya meneruskan laporan aksi kejahatan itu ke Polres Jakarta Utara. Petugas yang datang ke lokasi kemudian menyita barang bukti senjata api pelaku yang terjatuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui senjata api tersebut hanya mainan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, Komisaris Polisi Roma Hutajulu, yang dihubungi melalui telepon genggamnya, mengatakan, pihaknya belum bisa mengidentifikasi pelakunya.&lt;br /&gt;"Kami masih melakukan penyelidikan mengenai identitas kelima tersangka. Anggota saya masih mendatangi lokasi untuk mengetahui informasi yang diperlukan. Pistol mainan diamankan untuk barang bukti," kata Roma. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Kasus pencurian mobil dan kendaraan di Jakarta memang tergolong memprihatinan. Berdasarkan data Ditreskrimum Polda Metro pada 2007 dan 2008, kasus kejahatan jalanan ini rata-rata setiap hari terjadi 30 mobil dan motor dicuri maling. Ini belum termasuk kehilangan motor atau mobil yang tak melapor. Data 2007, misalnya, terjadi 11.620 kasus pencurian atau dalam sehari 32 motor dan mobil hilang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Faktor penyebabnya beragam. Di samping memanfaatkan kondisi psikologis seperti yang menimpa Bernard, pelaku juga semakin canggih melakukan aksinya. Mereka membuat sindikat, ada yang bertugas "memetik" (mencuri atau merampok), memasarkan, berperan sebagai penadah hingga membuat dokumen palsu. Mulusnya kerja para sindikat itu juga tak terlepas dari lemahnya sistem pengamanan dan tingginya permintaan motor curian. &lt;strong&gt;(Sadono&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-3276327899310332807?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/3276327899310332807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=3276327899310332807' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/3276327899310332807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/3276327899310332807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2009/05/ditodong-pistol-mainan-nissan-x-trail.html' title='DITODONG PISTOL MAINAN, NISSAN X-TRAIL RAIB'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-5806303379041318141</id><published>2009-05-07T06:50:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T06:56:17.388-07:00</updated><title type='text'>PENGACARA DAN PUTRINYA TEWAS DITIKAM PERAMPOK</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;JAKARTA (Suara Karya): Perampokan sadis&lt;/span&gt; terjadi di rumah seorang pengacara di Jalan Situ Gede, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Tak hanya menjarah barang berharga milik korban, penjahat yang bersenjata golok itu juga menikam dua penghuni rumah hingga tewas. Tersangka perampokan, A Rahana alias AR, akhirnya berhasil diringkus dan kini mendekam di Polsek Ciracas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Kedua korban tewas yaitu pemilik rumah, Tableg Poedjianto (45), dan anaknya, Rika Rahman Tiasningrum (12). Tableg sehari-hari berprofesi sebagai pengacara. Sedangkan istri Tableg, Titisari, lolos dari maut setelah bersembunyi di kamar mandi. Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Chrysnanda mengatakan, polisi mengamankan tersangka dari amukan massa. "Polisi masih mengembangkan kasusnya. Bisa saja ada motif lain selain perampokan, atau kemungkinan tersangka punya komplotan yang menjadi buronan polisi. Kasusnya kini ditangani Polsek Ciracas," kata Chrysnanda di Jakarta, Jumat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Berdasarkan keterangan yang dihimpun di Biro Operasi Polda Metro Jaya, Jumat, aksi perampokan tunggal itu terjadi di rumah Tableg Poedjianto SH pada Kamis malam. Penjahat masuk rumah dengan cara mencongkel jendela depan. Penjahat mengira penghuni rumah sudah tertidur. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Tetapi perkiraan penjahat itu meleset. Putri pemilik rumah yang masih ABG memergoki penjahat. Rika Rahma menjerit ketakutan. Penjahat yang kaget mengejar Rika dan kemudian menikam punggungnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Mendengar teriakan anaknya, Tableg dan Titisari terbangun. Penjahat kemudian memburu Tableg dengan melukai bagian pipi, tengkuk, dan kepala bagian belakang. Akibatnya, Tableg mengalami luka parah dan akhirnya tewas karena kehabisan darah.&lt;br /&gt;Sedangkan Titisari selamat dari maut meski penjahat sempat melukai telinga kanan dan pipi kanannya. Korban selamat karena berhasil bersembunyi di kamar mandi dan menghubungi tetangganya melalui telepon genggam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Setelah berhasil menggasak handphone dan jam tangan korban, AR berusaha melarikan diri. Namun, tetangga korban, Sutrisno, berhasil memergokinya.&lt;br /&gt;Sutrisno berteriak memanggil warga, kemudian beramai-ramai menangkap pelaku. Pelaku berhasil dibekuk dan kemudian dibawa ke Polsek Ciracas untuk diproses.&lt;br /&gt;Sementara di Medan, kejahatan pencurian menimpa seorang nasabah bank. Penjahat memecahkan kaca mobil korban dan menggondol uang Rp 300 juta yang baru saja diambil dari bank. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Peristiwa itu terjadi di depan Kantor Cabang Utama (KCU) Bank Panin, di Jalan Pulau Pinang, Jumat pagi. Saat itu korban, Aguang (42), hendak memarkirkan mobil Innova BK 1633 GZ miliknya di depan kantor. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Sebelumnya Aguang sudah mengambil uang Rp 300 juta di bank lain. Dia bermaksud masuk ke Bank Panin. Dia hanya meletakkan uang yang dibungkus plastik itu di jok depan. Namun, saat kembali ke mobil, ternyata kaca pintu sebelah kiri mobil sudah pecah dan plastik berisi uang raib. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Juru parkir KCU Bank Panin, Roy Boh, mengaku baru mengetahui peristiwa pencurian setelah korban menjerit. Dia mengaku tidak mengetahui ada perusakan kaca mobil.&lt;br /&gt;Saksi pedagang rokok di lokasi kejadian mengaku melihat empat pria di dalam sebuah mobil. Dua di antaranya turun dari mobil, dan salah seorang beraksi sambil memegang senjata api. Seorang lagi mengamati situasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Mendapat laporan, Kapoltabes Medan AKBP Imam Margono dan Kapolsekta Medan Barat AKP Robertus Pandiangan turun ke lokasi kejadian guna melakukan penyelidikan.&lt;br /&gt;"Kami menyayangkan tindakan korban yang meninggalkan uang sebanyak itu di dalam mobil saat parkir. Apalagi, menurut informasi yang kami terima, uang itu diletakkan begitu saja di bangku depan dalam plastik transparan. Dengan kaca mobil yang terang, uang itu mudah terlihat sehingga memancing kejahatan," kata Robertus. &lt;strong&gt;(Sadono&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-5806303379041318141?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/5806303379041318141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=5806303379041318141' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/5806303379041318141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/5806303379041318141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2009/05/pengacara-dan-putrinya-tewas-ditikam.html' title='PENGACARA DAN PUTRINYA TEWAS DITIKAM PERAMPOK'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-2716123160341713549</id><published>2009-05-07T06:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T06:50:00.636-07:00</updated><title type='text'>POLDA UNGKAP PEMBUNUHAN MODEL</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA (Suara Karya): &lt;span style="font-size:180%;"&gt;Polda Metro Jaya&lt;/span&gt; berhasil mengungkap dua kasus pembunuhan dengan korban agen valuta asing Wang Xia Mei alias A Mei di Apartemen Pesona Bahari dan Maria Fransisca Bernadette atau Elen di Mal Facific Place. Tersangka pembunuhan di Pesona Bahari ternyata Tjen Darly Susanto alias Abun (52), yang teryata pelanggan Wan. Sedangkan tersangka pembunuhan di Pasific Place adalah Mulyadi, satpam PT Garda Nusantara. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus pembunuhan Wang Xia Mei alias A Mei yang mayatnya ditemukan di tangga lantai 27 dan 28 Apartemen Pesona Bahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, 6 April 2009 lalu, tersangka Abun mengaku khilaf. Ia emosi karena tidak dilayani saat hendak menukarkan uang dolarnya.&lt;br /&gt;"Saya mau menukar uang dolar senilai 200 dolar AS. Tapi dia tak mau kasih," kata Abun di Mapolres Jakarta Pusat, kemarin. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Korban, kata Abun, malah menyuruh mentranfer uangnya. "Saya tidak bisa nukar, tapi kalau mau ngirim uang, saya layani," kata korban seperti ditirukan tersangka. "Wah, berarti Anda bank gelap. Saya laporkan ke polisi, lho," ujar tersangka lagi.&lt;br /&gt;Mendapat tuduhan seperti itu, korban marah. Wang Xia Mei kalap lalu mengambil botol minuman, lantas menghantamkan ke tubuh pelaku. Terjadi perkelahian yang tak imbang di sebuah kamar kosong di kamar 7 lantai 28. Korban tersungkur akibat didorong Abun. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Guna melampiaskan kekesalannya, tersangka mengambil keramik penutup toilet dan menghantamkan ke kepala korban hingga jatuh. "Dia jatuhnya mengenai bibir bak mandi. Saya kira pingsan. Lalu saya tunggui selama satu jam," kata dia dengan logat mandarin kental.&lt;br /&gt;Setelah satu jam tak kunjung bangun, tersangka membawa mayat korban untuk dibuang. Tapi karena panik mayat ditinggalkan begitu saja di tangga lantai 27 dan 28. Ia kemudian mengambil barang berharga korban berupa uang, perhiasan dan lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Setelah membawa kabur harta benda, lalu dia pulang ke Tangerang. Kemudian ia mengajak keluarganya berlibur ke Bandung, Jawa Barat. Akhirnya tersangka tertangkap di mal saat berjalan-jalan dengan keluarganya.&lt;br /&gt;Berubah-ubah&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dalam kasus di Pacific Place, tersangka Mulyadi mengaku disuruh orang berinisal PA. Warga Jalan Bungur, Kampung Rambutan, Jakarta Timur, itu mengaku tergiur dengan imbalan yang diberikan. "Saya disuruh orang, inisialnya PA," katanya menjawab wartawan di Mapolda, Sabtu lalu. Polisi menyita ijazah, handphone, tas, milik korban. Selain itu, badik dan jaket tersangka yang bernoda darah juga diamankan polisi. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iriawan mengatakan, polisi tidak mempercayai begitu saja pengakuan Mulyadi. "Pengakuannya berubah-ubah. Tadi mengatakan disuruh R, sekarang PA. Kita terus selidiki motifnya, apakah memang disuruh atau ada otak tersangkanya," kata Iriawan. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya mengaku sudah konfirmasi ke PA sebagaimana dimaksud tersangka. Namun ternyata PA tidak ada kaitannya. "Paling tidak harus ada bukti kaitannya," katanya menambahkan.&lt;br /&gt;Korban datang ke Pacific Place untuk melamar kerja sebagai sekretaris di Kidzania, wahana permainan anak. Ternyata dia sudah diincar tersangka. Sesuai rekonstruksi, Elen dicegat Mulyadi di lantai enam begitu keluar lift. Ia kemudian diantar ke kantor Kidzania melewati tangga darurat. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Saat hendak dihabisi, Elen melawan. Elen pun dibekap dan diseret ke lantai tujuh setengah. Karena masih meronta, Mulyadi menghabisi dengan tiga kali tusukan, di perut dan dua kali di leher.&lt;br /&gt;Sehari-hari Mulyadi ditugaskan di Blitz Megaplex, salah satu penyewa di Pacific Place. Pembunuhan diduga sudah direncanakan mengingat tersangka sudah membawa badik. "Pada saat kejadian, tersangka sedang tidak dalam tugas," kata Iriawan, seraya menambahkan tersangka dijerat Pasal 340 jo Pasal 38 jo Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati. (&lt;strong&gt;Sadono)&lt;br /&gt; &lt;/strong&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-2716123160341713549?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/2716123160341713549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=2716123160341713549' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/2716123160341713549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/2716123160341713549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2009/05/polda-ungkap-pembunuhan-model.html' title='POLDA UNGKAP PEMBUNUHAN MODEL'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-1232212429408205620</id><published>2009-02-19T04:42:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T04:46:16.947-08:00</updated><title type='text'>CATUT NAMA PANGLIMA, KAWANAN PENIPU DIRINGKUS</title><content type='html'>&lt;table cellpading="0" width="100%" border="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr align="center"&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: auto; margin-right: auto;" width="98%" border="0" cellpadding="3" cellspacing="0" height="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;           &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;"Sindikat&lt;/span&gt; mereka sudah masuk dalam organize crime atau organisasi kriminal mengingat sistem kerjanya yang rapi. Sasarannya pejabat di daerah atau institusi tertentu yang sedang disorot media massa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnain Adinegara di Mapolda, Rabu.&lt;/span&gt;&lt;dd&gt;            &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt; Ke delapan tersangka yaitu Arifudin Koharudin alias Arif (30), Amirudin Baharudin alias Amir (31), Burhan Nur alias Bur (30), Adil bin Jemain alias Adi (29), Patrick Gunaji alias Patri (28), M Rizal (32), Sahidah Laco (23), serta Fahri Baharudin (19). Mereka dibekuk di rumah yang dijadikan kantor di Taman Cipulir Estate, Jalan Cendana II Blok A3/2 Ciledug, Tangerang. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;            &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt; Dari tangan tersangka, polisi menyita 10 unit telepon genggam, 1 unit laptop, 1 mesin faks, 1 printer, dan 4 buah charger hendphone. Selain itu, juga disita 2 buah buku nikah, 11 buah kartu ATM, 4 buah buku tabungan, dan 2 catatan nomor rekening.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;           &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt; Lebih lanjut Kabid Humas yang didampingi Kasat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda AKBP Nico Afinta mengatakan, modus penipuan kegiatan mereka yang sudah berlangsung setahun diperkirakan telah mengeduk keuntungan miliaran rupiah. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;          &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Modus yang dilakukan kelompok ini adalah dengan memalsukan tanda tangan pejabat pemerintahan. Sebelumnya mereka membaca media massa tentang isu krusial yang dihadapi suatu daerah atau instansi tertentu. Setelah itu, mereka mengirim surat kepada pejabat yang terlilit masalah dengan mencatut nama pejabat.    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;            Kelompok ini bisa meniru surat-surat dinas dan tanda tangan pejabat sehingga tampak meyakinkan. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt; Penangkapan bermula dari adanya laporan Dra Mei Narwati bernopol LP/455/K/II/2009/SPK I (pejabat Depkes), yang melaporkan pemalsuan terhadap tanda tangannya. Mei melaporkan beredarnya surat yang mengatasnamakan dirinya, yang meminta dana di kantor-kantor dinas kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;        &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt; Setelah melakukan penyelidikan, Tim Unit II Jatanras yang dipimpin Komisaris Pol Helmi Santika menindaklanjuti dengan meluncur ke lokasi kejadian dan melakukan penggerebekan. Tidak terlalu sulit menangkap para tersangka karena kebetulan sedang berada di dalam kantor. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;        &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt; Seorang tersangka, Arifudin, bertugas sebagai pencari database perusahaan rekanan instansi yang akan ditipu dari internet. Setelah mendapatkan database tersebut, pelaku kemudian membuat surat dengan tanda tangan palsu dari pejabat instansi.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;        &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;"Kadang-kadang surat kita ditanggapi secara serius dan kita mendapat transfer uang. Tapi juga tidak jarang meleset. Data-data alamat, telepon, dan masalah instansi kita dapatkan dari internet," kata pria ini.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt; Selain melakukan penipuan dengan memalsukan tanda tangan, para penipu ini juga sering melakukan penipuan melalui SMS. Dengan cara mengacak nomor-nomor handphone, Arifudin dan teman-temannya mengirimkan SMS ke nomor tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;         &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt; "Kalau pakai SMS, biasanya berhasil. Pernah dapat Rp 30 juta dan uangnya dibagi-bagi," kata dia. Setelah berhasil, pelaku membuang SIM card HP agar tidak terlacak. Begitu pula dengan nomor rekening yang digunakan untuk menipu. (&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sadono) &lt;/span&gt;&lt;!-- END CONTENT --&gt;&lt;/span&gt; &lt;/dd&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table width="95%" align="center" border="0" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;&lt;hr size="1" width="95%"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-1232212429408205620?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/1232212429408205620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=1232212429408205620' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/1232212429408205620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/1232212429408205620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2009/02/catut-nama-panglima-kawanan-penipu.html' title='CATUT NAMA PANGLIMA, KAWANAN PENIPU DIRINGKUS'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-6192385828578611160</id><published>2009-02-19T04:32:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T04:39:15.940-08:00</updated><title type='text'>PERACIK SABU AHLI FARMASI</title><content type='html'>&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" cellpading="0" width="100%" border="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr align="center"&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: auto; margin-right: auto;" width="98%" border="0" cellpadding="3" cellspacing="0" height="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: rgb(153, 51, 0); text-align: center;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;!-- START CONTENT --&gt;    &lt;span style="font-size:78%;"&gt;Kamis, 19 Februari 2009&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;JAKARTA (Suara Karya): Polisi akhirnya menetapkan enam tersangka dalam kasus penggerebekan pabrik sabu-sabu di Perumahan Citra Raya, Cikupa, Tangerang, dan gudang penyimpanannya di Jalan Perumahan Taman Kencana, Kalideres, Jakarta Barat. Kelompok mereka ditengarai terkait sindikat narkoba di China yang kegiatannya pernah terbongkar saat mereka membuka gudang penyimpanan sabu berkedok warnet di Taman Mutiara Palem, Jakarta Barat. &lt;/span&gt;&lt;dd style="color: rgb(153, 51, 0); text-align: center;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; "Sebenarnya tersangka yang kami amankan dua belas orang. Tapi, setelah diperiksa intensif, hanya enam orang yang menjadi tersangka. Bukti-bukti sudah kuat tentang perbuatan mereka meracik dan mengedarkan sabu," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Arman Depari di Jakarta, Rabu (18/2). &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd style="color: rgb(153, 51, 0); text-align: center;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono, Selasa malam lalu, menyempatkan meninjau lokasi pabrik sabu itu. Dia memberikan apresiasi terhadap hasil yang dicapai jajarannya. "Bukan semata-mata nilainya, tapi berapa anak bangsa yang diselamatkan? Kalau sampai beredar, tentu barang-barang berbahaya ini merupakan ancaman serius bagi bangsa kita," katanya. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd style="color: rgb(153, 51, 0); text-align: center;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Barang bukti yang disita antara lain 150 kilogram prekursor (bahan kimia untuk pembuatan sabu), 10 kilogram sabu cair, 15 kilogram sabu, 1 senpi berpeluru karet, 1 senpi berpeluru gas, 1 senpi jenis FN-38, 3 senpi jenis soft gun, 56 butir peluru kaliber 38, dan 23 butir peluru gas. Nilainya diperkirakan miliaran rupiah. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd style="color: rgb(153, 51, 0); text-align: center;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Sedangkan para tersangka adalah Raymond Areta, Ahmad Riyad, Supriyadi, Mona, Edy Alamsyah, dan Faouk. Mereka mengaku mendapatkan kemampuan meracik sabu dari internet. Tapi, ada juga salah satu tersangka yang mengaku pernah kuliah di jurusan farmasi. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd style="color: rgb(153, 51, 0); text-align: center;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; "Jumlah tersangka bisa saja bertambah karena pemeriksaan masih terus berlangsung. Selain itu, masih ada tersangka lain yang kami buru," kata Arman. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd style="color: rgb(153, 51, 0); text-align: center;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Terbongkarnya pabrik sabu itu masih berhubungan dengan pabrik sabu di ruko Taman Mutiara Palem, Jakarta Barat, beberapa waktu yang lalu. Keberhasilan aparat menemukan pabrik sabu di Taman Mutiara Palem ini mendorong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan datang langsung ke lokasi kejadian untuk melihat dari dekat. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd style="color: rgb(153, 51, 0); text-align: center;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Keberhasilan polisi mengungkap pabrik sabu di Taman Mutiara Palem ini tidak membuat mereka menjadi kendur. Mereka bahkan kian intensif menelusuri jaringan lain berbekal keterangan para tersangka dan barang bukti yang telah disita. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd style="color: rgb(153, 51, 0); text-align: center;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Pada Selasa lalu, Polda Metro Jaya menggerebek dua pabrik sabu secara serentak. Bahkan, pabrik sabu di Jakarta Barat tidak hanya di satu lokasi, tapi tersebar di empat rumah yang berdekatan. (Sadono) &lt;!-- END CONTENT --&gt;&lt;/span&gt; &lt;/dd&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;table style="width: 646px; height: 112px;" align="center" border="0" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;hr size="1" width="95%"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-6192385828578611160?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/6192385828578611160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=6192385828578611160' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/6192385828578611160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/6192385828578611160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2009/02/peracik-sabu-ahli-farmasi.html' title='PERACIK SABU AHLI FARMASI'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-591275804039864782</id><published>2009-02-11T04:47:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T04:49:59.642-08:00</updated><title type='text'>MOBIL MANTAN GUBERNUR BI DIGONDOL MALING</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;JAKARTA (Suara Karya):&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sedikitnya &lt;/span&gt;enam orang bersenjata api menyatroni kediaman mantan Gubenur Bank Indonesia (BI), Arifin M Siregar, di Jl Pejaten Barat II No. 5, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (3/12) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.&lt;br /&gt;Direktur Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Muhammad Iriawan mengatakan, di Jakarta, Kamis, berdasarkan penyelidikan sementara diperoleh informasi bahwa para pelaku perampokan itu membawa empat buah senjata api. Empat senjata api yang digunakan terdiri atas satu pucuk jenis FN, dua pucuk jenis revolver, dan satu pucuk senjata laras panjang.&lt;br /&gt;Namun demikian, lanjut Muhammad Iriawan, pihaknya belum mengetahui pasti apakah senjata-senjata itu asli. "Pelaku terindikasi membawa senjata api, tapi kita belum tahu itu senjata betulan atau tidak," tuturnya. Para pelaku hingga saat ini masih dalam penyelidikan Polres Jakarta Selatan serta Satuan Kejahatan dan Kekerasan (Sat Jatanras) Polda Metro Jaya.&lt;br /&gt;Dalam aksi perampokan itu, para pelaku melumpuhkan empat petugas Satpam dengan menodongkan senjata, selanjutnya mengikatnya dengan tali serta melakban mulut para penjaga rumah itu. Setelah para penjaga rumah tak berdaya, pelaku masuk ke dalam rumah dan menguras harta benda milik korban. Satu unit DVD, tiga unit telepon genggam, dan uang tunai sebesar Rp 520 ribu diambil pelaku di ruang keluarga.&lt;br /&gt;Kemudian pelaku keluar ruangan itu dan mengambil sebuah mobil Fortuner B 8554 MK di garasi. "Ada tiga mobil di situ, ada Kijang, Peugeot, tetapi yang diambil Fortuner," katanya.&lt;br /&gt;Menggunakan mobil hasil rampokan, para pelaku kabur membawa barang jarahan lainnya termasuk satu unit laptop yang kebetulan berada di dalam mobil yang dibawa perampok tersebut.&lt;br /&gt;Menurut M Iriawan, saat perampokan terjadi sang pemilik rumah, Arifin dan istrinya, serta anak dan pembantunya tengah tertidur pulas di lantai dua sehingga tidak mengetahui adanya perampok yang menyambangi rumahnya.&lt;br /&gt;Kawasan Pejaten memang dikenal menjadi incaran penjahat. Sudah beberapa kali polisi menangani kawasan elite yang dekat dengan permukiman padat penduduk itu. Sebelumnya, kasus serupa pernah dialami anggota DPR dari Partai Demokrat, Hakim Sorimuda Pohan, di Jl Pejaten Barat IV No 4C, pada 9 Mei 2008 lalu.&lt;br /&gt;Kasus lainnya menimpa rumah pasangan Andreas Rihi dan Risma Indriyani di Jl Attahiriyah RT 10 RW 03 Pejaten Barat, pada 27 April 2008 lalu.&lt;br /&gt;Aksi perampokan akhir-akhir ini meningkat di wilayah Jakarta. Tidak hanya di Pejaten, tapi juga di kawasan lain. Contohnya, kediaman mantan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Abdullah Puteh, yang berlokasi di Jalan Kemang Utara II B Nomor 18, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (1/12) lalu dibobol dua perampok yang berpura-pura menjadi tamu.&lt;br /&gt;Di daerah lain, hari Kamis kemarin juga terjadi perampokan, seperti di Bojonegoro, Jatim, di mana dua perampok bersenjata api dan celurit menembak seorang pemilik toko emas, Lilik Hartono (38), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa Timur. Perampok membawa kabur barang perhiasan emas 700 gram senilai Rp 70 juta.&lt;br /&gt;Sementara di Denpasar, Bali, dua orang perampok gagal menggasak uang milik seorang nasabah bank setelah sempat baku tembak dengan polisi yang memergoki kejadian itu di Jalan Veteran, Denpasar. Nasabah bank bernama Made Adi Krisna berhasil mengamankan uang Rp 75 juta yang baru diambil dari Bank Lippo Denpasar. (Sadono)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-591275804039864782?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/591275804039864782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=591275804039864782' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/591275804039864782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/591275804039864782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2009/02/mobil-mantan-gubernur-bi-digondol.html' title='MOBIL MANTAN GUBERNUR BI DIGONDOL MALING'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-3851138247171181747</id><published>2009-02-11T04:43:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T04:45:39.678-08:00</updated><title type='text'>KAWANAN PENJAHAT DI ATM DI KROYOK MASSA</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;JAKARTA (Suara Karya): Komplotan pelaku kejahatan yang mencari korban pengguna anjungan tunai mandiri (ATM) kena batunya. Niat busuk mereka yang berpura-pura membantu korbannya malah berujung dengan pengeroyokan massa. Tiga anggota kompotan kini mendekam di Polsek Metro Jagakarsa, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;"Saya lama-lama curiga ketika menelepon call center untuk menanyakan ATM saya yang tertelan, yang menjawab kok terlihat orangnya," kata Alam, pengguna ATM BNI di Ruko Tanjung Mas Raya, Jakarta Selatan, Senin (12/1).&lt;br /&gt;Alan menceritakan pengalamannya itu di kantor Polsek Jagakarsa. Ia dimintai keterangan selaku saksi korban dengan tersangka Oliv, Syahrizal, dan Garnis Tumewu. Polisi juga menyita satu unit telepon seluler CDMA, gantungan plastik film, dan sejumlah uang tunai.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Alam yang juga mahasiswa Universitas Indonesia ini mengaku sengaja mengulur-ngulur waktu begitu melihat orang mencurigakan. Ia terus mengajukan pertanyaan ke call center. Ia makin yakin bahwa orang yang menjawab di telepon merupakan orang tersebut.&lt;br /&gt;Ia pun meneriaki orang yang menggenggam ponsel itu. Karena terkejut, orang itu mencoba lari. Tapi satpam dan pengunjung di ruko merespons teriakan Alam dengan menangkap orang tersebut. Ternyata pelaku tidak sendiri. Ada dua temannya yang akhirnya ikut menyerahkan diri ke polisi.&lt;br /&gt;Modus kejahatan yang dilakukan komplotan ini yakni dengan memasang stiker call center di ATM. Stiker call center yang asli diganti dengan call center milik komplotan tersebut.&lt;br /&gt;Mereka juga memasang guntingan roll film di mesin ATM. Tujuannya, ATM yang sudah masuk akan terhambat dan akhirnya tertelan. Alam mengaku ATM-nya tertelan saat hendak mengambil uang. "Segera saya telepon call center yang tertera di atas mesin ATM," kata Alam di Polsek Jagakarsa, Jalan Timbul, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;Anehnya, ketika dia menelepon call center tersebut dia disuruh menyebutkan nomor PIN. Ia pun mulai curiga. Meski demikian, dia tidak tahu bahwa nomor call center yang asli telah ditutup dengan stiker call center milik komplotan penipu.&lt;br /&gt;Penipuan dengan cara menutup stiker nomor call center asli di mesin ATM dengan nomor HP penipu alias call center aspal bukan hal yang baru. Itulah kenapa dalam berbagai kesempatan pihak bank selalu meminta nasabah jangan menyebutkan nomor PIN kepada siapa pun, termasuk petugas call center.&lt;br /&gt;Sesuai prosedur, jika nasabah bank kehilangan ATM atau pun ATM tertelan, nasabah diminta membuat laporan ke polisi untuk pengurusan ATM baru. "Kalau sampai menyebut nomor PIN, sudah pasti penipuan," kata Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Zulkarnain. (Sadono)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-3851138247171181747?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/3851138247171181747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=3851138247171181747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/3851138247171181747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/3851138247171181747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2009/02/kawanan-penjahat-di-atm-di-kroyok-massa.html' title='KAWANAN PENJAHAT DI ATM DI KROYOK MASSA'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-309262571519198301</id><published>2009-02-11T04:40:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T04:42:08.130-08:00</updated><title type='text'>PEREMPUAN TELANJANG DALAM KOPOR</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;JAKARTA (Suara Karya): &lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sesosok mayat&lt;/span&gt; perempuan ditemukan dalam sebuah kopor di pinggir jalan tol km 1.200 Wiyoto-Wiyono (Cawang-Priok), Jakarta Utara, Minggu (18/1) pagi. Diduga ia merupakan korban kekerasan dan pelaku melemparnya dari dalam mobil yang melaju kencang.&lt;br /&gt;Saat berita ini diturunkan semalam, polisi masih mengusut adanya informasi yang menyebutkan bahwa korban adalah Debi, beralamat di Gang Sawo III Jalan Dr Sahardjo RT 02/09 Kelurahan Manggarai Selatan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;Mayat korban ditemukan pertama kali oleh petugas patroli jalan tol (patroli jalan raya). Kondisinya sangat menyedihkan. Korban yang menderita luka-luka di sekujur tubuhnya itu tidak mengenakan busana dan hanya ditutup selimut.&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil otopsi tim dokter forensik RS Cipto Mangunkusumo, korban mengalami luka di bagian anus belakang (bekas sodomi) serta terdapat memar dan benjolan di kepala.&lt;br /&gt;Di tubuh korban juga ada luka cekikan di leher dan terjadi pembengkakan, memar di kelopak mata kiri, dengan gigi rahang atas tidak ada, rahang bawah ompong. Diduga korban baru dianiaya pada Sabtu malam atau 12 jam sebelum ditemukan.&lt;br /&gt;Ciri-ciri korban, umur sekitar 30 tahun, tinggi badan 165 cm, rambut pendek warna hitam dan sedikit pirang. Ciri menonjol lain, pada kaki sebelah kiri terdapat tompel sepanjang 10 cm dan golongan darah A.&lt;br /&gt;Hingga Minggu sore, polisi belum menemukan identitas korban yang dimaksud. Itulah sebabnya Polres Jakarta Utara segera mengumumkan ciri-ciri korban melalui radio, televisi, dan media internet.&lt;br /&gt;Meski demikian, sekitar pukul 18.00 WIB ada yang mengaku mengenal korban. Korban diketahui bernama Debi, beralamat di Gang Sawo III Jalan Dr Sahardjo RT 02/09.&lt;br /&gt;Nuryadi, tetangga korban, menjelaskan sudah dua malam Debi tidak pulang. Wanita ini berasal dari Nangroe Aceh Darussalam dan telah tujuh tahun tinggal di Jakarta.&lt;br /&gt;Kasus mayat dalam kopor bukan untuk pertama kalinya ditangani kepolisian. Sejumlah kasus serupa sempat mencuat, beberapa di antaranya berhasil diungkap kepolisian. Dalam tiga tahun terakhir setidaknya terjadi lima kasus mayat dalam kopor di Jakarta dan sekitarnya.&lt;br /&gt;Pada 16 Oktober 2007, mayat perempuan hamil tiga bulan, belakangan diketahui bernama Susilowati Lilyana, ditemukan dalam kopor di Kali Ancol, Jakarta Utara. Tersangka pembunuhnya ternyata anak pemilik spa di Lokasari, Taman Sari. Korban adalah istri simpanan ayah tersangka.&lt;br /&gt;Kemudian 6 Desember 2007 korban diketemukan di hutan pinus Kampung Lemang Nendeud, Megamendung, Bogor. Pada 21 April 2008, mayat perempuan muda ditemukan dalam kopor di pantai Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu.&lt;br /&gt;Pada 23 Juli 2008, mayat lelaki ditemukan dalam kopor di Danau Sunter, Jakarta Utara. Belakangan korban diketahui Bambang Sapto Nugroho.&lt;br /&gt;Kasus mayat dalam kopor baru-baru ini juga ditemukan di perairan Muara Gembong, Bekasi, November 2008. Hingga sekarang kasusnya belum terungkap. (Sadono) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-309262571519198301?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/309262571519198301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=309262571519198301' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/309262571519198301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/309262571519198301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2009/02/perempuan-telanjang-dalam-kopor.html' title='PEREMPUAN TELANJANG DALAM KOPOR'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-2399066787717700935</id><published>2009-02-11T04:35:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T04:38:59.350-08:00</updated><title type='text'>YENNY WAHID TOLAK DIPERIKSA KARENA PANGGILAN TAK JELAS</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA (Suara Karya) : &lt;span style="font-size:130%;"&gt;Putri&lt;/span&gt; mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, mendatangi Polda Metro Jaya terkait laporan Panglima Laskar Pembela Islam Munarman. Direktur eksekutif The Wahid Institute itu dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi menyusul pernyataannya tentang Insiden Monas 1 Juni 2008 dinilai telah mencemarkan nama baik Munarman.&lt;br /&gt;Meski demikian pemeriksaan itu akhirnya ditunda setelah Yenny Wahid bertemu dengan penyidik di Satuan Reserse Remaja, Anak-anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda. Yenny mengatakan, banyak kejanggalan dalam surat polda yang ditujukan padanya tersebut.&lt;br /&gt;"Saya bertanya pada penyidik, saya mau diperiksa kasus apa ? Ternyata status saya saksi terlapor atas tuduhan pencemaran nama baik yang dilaporkan Munarman," kata Yenny yang didampingi ibunya Ny Siti Nuriah. Selain Yenny, juga ada sejumlah nama seperti Adnan Buyung Nasution (Wantimpres), Asmara Nababan (aktivis HAM, dan Panda Nababan (anggota DPR), yang hendak diperiksa sebagai terlapor.&lt;br /&gt;Pengacara Yenny, Pasang Haro Rajagukguk mengatakan, dalam surat panggilan, penyidik tidak menyebutkan uraian kasus sehingga membuatnya bingung dan perlu klarifikasi dulu.&lt;br /&gt;Menurut Pasang, Yenny dipanggil sebagai saksi atas laporan Panglima Komando Laskar Islam, Munarman yang kini divonis 18 bulan penjara atas kasus kekerasan di Monas.&lt;br /&gt;"Panggilan polisi itu janggal karena tidak menyebutkan dalam kasus apa. Lagi pula, laporan Munarman kan pada Juni 2008, kenapa baru sekarang ada pemanggilan," ujarnya.&lt;br /&gt;Setelah mengetahui persoalannya, Yenny baru bersedia datang untuk diperiksa sebagai saksi, namun dipilihkan pada hari lain. "Kami menunggu panggilan penyidik berikutnya," ujarnya. Panda Nababan.&lt;br /&gt;Munarman menuduh mereka telah mencemarkan nama baiknya karena telah menuduh mencekik seorang laskar Aliansi Kebangsaan untuk Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di Monas, pada 1 Juni 2008.&lt;br /&gt;Munarman membantah telah mencekik anggota AKBB, melainkan justru dirinya mencegah seorang anggotanya yang hendak mengejar massa AKKBB.&lt;br /&gt;Yenny menambahkan, polisi diminta cermat dalam menilai permasalahan dan melakukan analisa bukti materi untuk memanggil seseorang sebagai saksi. (Sadono)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-2399066787717700935?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/2399066787717700935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=2399066787717700935' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/2399066787717700935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/2399066787717700935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2009/02/yenny-wahid-tolak-diperiksa-karena.html' title='YENNY WAHID TOLAK DIPERIKSA KARENA PANGGILAN TAK JELAS'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-9067826452624516905</id><published>2008-12-29T06:14:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T06:19:13.195-08:00</updated><title type='text'>2009, BEBAN POLRI MAKIN BERAT</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Sepanjang 2008&lt;/span&gt;, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatat banyak keberhasilan di bidang penegakan hukum serta perannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Berbagai kasus besar terungkap, mulai dari kasus pembalakan liar (illegal logging), illegal mining, penangkapan teroris, pemberantasan penyakit masyarakat (judi dan perdagangan manusia), hingga perang terhadap kejahatan jalanan (street crime) atau lebih dikenal operasi premanisme. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Meski banyak pelaku kejahatan ditangkap dan dijebloskan ke penjara, bukan berarti kondisi keamanan serta-merta cepat membaik. Apalagi krisis global yang meruyak pada akhir 2008, dan dampaknya lama dirasakan, menuntut korps berseragam cokelat itu tetap harus bekerja keras. Beban memelihara kamtibmas yang harus diimbangi menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM), tentu bukan pekerjaan enteng. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Itu sebabnya pada pelantikan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono baru-baru ini Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mewanti-wanti bahwa pada 2009 jajarannya agar terus meningkatkan kinerja. "Tantangan yang bakal dihadapi ke depan makin berat. Perkembangan krisis ekonomi telah berimplikasi pada stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Kapolri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt; Pada gebrakan awal sejak dilantik menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Pol Sutanto, Bambang Hendarso langsung menggeber operasi preman dan perjudian. Tindakan proaktif itu dilancarkan untuk menjawab keresahan masyarakat yang acap mengeluhkan tipisnya jaminan keamanan.&lt;br /&gt;"Buat apa menangkap pelaku-pelaku teroris atau pun mengungkap jaringan narkoba, tapi keamanan di jalan nol. Preman masih leluasa memalak, menodong, dan mengganggu ketenangan masyarakat. Praktik premanisme ini harus diperangi," kata Kapolri, melalui Kabareskrim Komjen Pol Susno Djuadi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Maka, sejak No-vember 2008 genderang perang melawan premanisme ditabuh untuk menekan angka kriminalitas. Awalnya, operasi preman digencarkan di Pulau Jawa dan Sumatera Utara yang dikenal kantong preman. Tapi pada perkembangan selanjutnya, operasi dilaksanakan di 31 wilayah polda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Meski gebrakan polisi mulai terlihat hasilnya, dengan dikandangkan sekitar 10 ribu tersangka dan berbagai jenis senjata tajam (sajam) dan peralatan kejahatan disita, tidak sedikit kelompok masyarakat ataupun oknum aparat melawan. Contohnya yang terjadi pada kasus di PLTU, di Teluk Naga, Tangerang. Polisi menangkap sejumlah perangkat desa dan tokoh masyarakat karena dituduh mendalangi aksi perusakan fasilitas PLTU oleh massa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Kejahatan jalanan dengan modus menodong dengan senjata api, dikhawatirkan masih marak pada tahun depan. Di tengah kesulitan ekonomi, kelompok kejahatan bersenjata api (senpi) makin tidak mengenal takut dalam memburu korbannya. Tak kurang terjadi delapan kasus kejahatan bersenpi sepanjang 2008. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Salah satunya, kasus yang menimpa Siswanto, karyawan PT Dwi Putra Perkasa, Sabtu (20/12). Dia dirampok di siang bolong saat hendak mengantar uang perusahaan sebesar Rp 850 juta di Jalan Raya Hankam, Pondok Gede, Bekasi. Meski polisi menyayangkan karena banyak korban tidak minta pengawalan aparat, tak pelak tawaran polisi ini masih kurang diminati. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Mutilasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Kasus pembunuhan juga menjadi prioritas penanganan karena menyangkut masalah penghilangan nyawa orang. Pada 2008, peristiwa yang menyedot perhatian masyarakat yaitu yang dilakukan oleh Verry Idham Hendriansyah alias Ryan. Tersangka yang dijuluki tukang jagal dari Jombang itu menghabisi nyawa 11 orang. Salah satunya pembunuhan disertai mutilasi (dipotong-potong) yang menimpa Heri Santoso, yang kemudian kasusnya membongkar aksi busuk Ryan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Laki-laki yang sehari-hari sales perusahaan baja di Cikarang, Bekasi, itu ditemukan mayatnya dalam koper (12/7) di Ragunan, Jakarta Selatan. Penyelidikan polisi menunjukkan, Heri dibunuh oleh pasangannya, Ryan, di Apartemen Margonda, Depok, karena pemuda itu tersinggung karena Heri hendak memacari Noval (27), pacarnya. Ternyata, terungkapnya kasus ini memberikan petunjuk bahwa Ryan juga melakukan pembunuhan terhadap 10 orang yang jenazahnya dimakamkan di rumahnya, Jombang, Jawa Timur. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Korban lain Ryan yaitu Gradi Adam (mantan finalis VJ MTV), Vienct Yudhy Priyono (30), Guruh Setyo Pramono (30), Agustinus F Setiawan (29), Nanik Hidayati (31) dan putrinya, Sylvia Ramadani Putri (3), Aril Somba Sitanggang (34), Mokh Ansoni alias Soni (39), dan Zainal Abidin alias Zaki. Dalam kasus ini, Noval juga dijadikan tersangka karena dianggap menggunakan barang dari hasil kejahatan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Selama 2008 tak kurang ditemukan 6 kasus pembunuhan disertai mutilasi. Sebagian masih misterius, dan sebagian lagi terungkap karena identitas korbannya diketahui. Seperti kasus yang ditemukan di Bus Mayasari Bakti P-76 (29/11), di mana akhirnya terungkap bahwa tersangka ternyata istrinya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Kasus illegal logging selalu menjadi prioritas penanganan sejak Kapolri Da'i Bachtiar, Sutanto dan kemudian diteruskan oleh Bambang Hendarso Danuri. Ini mengingat kerugian negara sangat besar. Pada 2008, kasus menonjol terjadi di wilayah Ketapang, Kalimantan Barat, dengan melibatkan banyak pejabat. Pembalakan liar di Ketapang diduga merugikan negara triliunan rupiah setiap tahun, dan para pejabat kepolisian di situ ditengarai melakukan pembiaran. Selain Polri, tak kurang 26 orang dijadikan tersangka, mulai dari pejabat Dinas Kehutanan, cukong hingga petugas di lapangan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Catatan pemberantasan teroris di sepanjang 2008 membuahkan hasil cukup signifikan meski gembong Noordin M Top tetap belum tertangkap. Salah satunya, penangkapan kelompok Plumpang yang menargetkan hendak meledakkan Depo Pertamina Plumpang dan kelompok Palembang. (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Sadono Priyo)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-9067826452624516905?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/9067826452624516905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=9067826452624516905' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/9067826452624516905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/9067826452624516905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/12/2009-beban-polri-makin-berat.html' title='2009, BEBAN POLRI MAKIN BERAT'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-6252388416386878983</id><published>2008-12-29T05:42:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T06:11:32.615-08:00</updated><title type='text'>IBARAT PENJUAL RUJAK TANPA PISAU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Presiden&lt;/span&gt; Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) konon merasa terganggu oleh aksi unjuk rasa yang menggunakan pengeras suara (sound-system) di depan Istana Merdeka. Kemudian, berdasarkan UU No 9/1998, Presiden SBY kemudian memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri agar melarang aksi demo yang menggunakan pengeras suara. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Untuk mengetahui lebih jauh hal itu, benarkah Presiden SBY terganggu hanya karena pengeras suara yang dipakai pendemo, atau ada hal lain yang lebih substansial yang merisaukan Presiden SBY, berikut petikan sebagian percakapan wartawan Suara Karya Bambang Soepatah dan  &lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sadono Priyo&lt;/span&gt; serta fotografer Hedi Suryono dengan pendiri Indonesian Democracy Monitor (InDEMO) dr Hariman Siregar. Berikut wawancara lengkapnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Perintah SBY kepada Kapolri didasari UU No 9 Tahun 1998. Komentar Bung? &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Undang-Undang No 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum tidak mengatur larangan menggunakan pengeras suara saat berunjuk rasa.&lt;br /&gt;Kalau Polri diminta merampas pengeras suara dari pendemo, ini suatu kemunduran. Dalam menjalankan tugasnya, Polri mestinya tidak bisa diintervensi oleh kekuatan mana pun, termasuk presiden.&lt;br /&gt;Dasar hukum polisi di lapangan maupun saat melaksanakan tugas adalah undang-undang dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).&lt;br /&gt;Saat terjadi demo, tugas polisi adalah mengamankan kegiatan unjuk rasa agar tidak menimbulkan aksi anarkis atau huru-hara, bukan malah diminta merampas peralatan yang dibawa pelaku demo.&lt;br /&gt;Aksi demo sangat mungkin akan terus berlanjut jika suara rakyat tidak didengar. Sikap polisi brutal hanya akan mendorong masyarakat bersikap brutal, dengan segala manifestasinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;em&gt;Jadi, soal penertiban pendemo yang menggunakan pengeras suara?&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Pengeras suara itu ibarat pisau bagi penjual rujak. Bagaimana orang mau beli rujaknya kalau dia tidak punya alat potong buahnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;em&gt;Maksud Anda&lt;/em&gt;? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Ya, bagaimana orang mau mendengar apa yang dia (pendemo) kemukakan, kalau dia bicara di jalanan yang bising dengan suara kendaraan, tanpa pengeras suara.&lt;br /&gt;Seharusnya Kapolri tidak perlu membuat statement seperti itu. Kalau itu dilaksanakan, polisi di lapangan akan jadi "korban".&lt;br /&gt;Instruksi yang salah bisa saja dijabarkan secara sewenang-wenang di lapangan. Polisi nanti bisa dengan seenaknya merampas peralatan yang dibawa pendemo. Ini berbahaya.&lt;br /&gt;Tak usah buang-buang waktu-lah, masa gara-gara presiden "marah", aparat di bawahnya (Kapolri) ikut-ikutan emosional.&lt;br /&gt;Contohnya kejadian demo di Yogya, di Makassar, dan lain-lain. Kalau sudah begini, banyak pihak pasti akan menyalahkan polisi. Artinya, polisi kan jadi korban. Padahal mereka hanya menjabarkan instruksi pimpinan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Soal SBY "marah-marah"? &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Ya, saya heran, kenapa SBY "terganggu" dengan suara pengeras suara. Mungkin dia (SBY) lagi stress. Kita memang sedang menghadapi situasi politik yang makin panas, terkait dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2007. Dia (SBY) mungkin lupa posisinya sebagai presiden, pemimpin bangsa ini. Dia lupa posisinya sebagai the person of the people.&lt;br /&gt;Sebagai pemimpin, mestinya dia bersikap bijaksana, mesti tahan emosi. Dalam menghadapi situasi politik yang makin panas, kita butuh sikap kepemimpinan yang cooling down, tidak membangkitkan emosi rakyat.&lt;br /&gt;Tapi, memang, nation state kita belum jadi. Ini pekerjaan rumah (PR) kita sebagai bangsa ke depan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Anda yakin SBY terganggu dengan persoalan pengeras suara? &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Ah, saya kira tidak. Substansi yang disampaikan kepada pendemo-dengan berbagai masalah nasional yang mereka sampaikan-itu yang dia mungkin tidak suka.&lt;br /&gt;Masyarakat, apakah mereka itu buruh, mahasiswa, atau rakyat biasa, punya hak untuk menyampaikan pendapatnya, punya hak untuk menyampaikan keluhannya kepada para pemimpinnya.&lt;br /&gt;SBY itu presiden yang dipilih rakyat. Itu, karena janji-janjinya untuk melakukan perubahan, pada waktu kampanye.&lt;br /&gt;Kalau nyatanya hidup makin susah-beras mahal, untuk mendapatkan minyak tanah mesti ngantre, sementara gas elpiji langka-wajar, dong, kalau rakyat menagih janji melalui aksi demo.&lt;br /&gt;Sekarang kita sedang dihadapkan pada krisis finansial global. Pemerintah harus serius menghadapi hal itu, jangan hanya sebatas wacana. Rakyat menunggu perbaikan: roda perekonomian harus berjalan, lapangan pekerjaan harus diciptakan, kebutuhan sandang, pangan, dan papan harus terpenuhi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Mungkin SBY merasa apa yang disampaikan para pendemo tidak benar? &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Ah, tidak benar bagaimana? Nyatanya harga kebutuhan pokok makin mahal. Beras mahal, pupuk mahal dan langka.&lt;br /&gt;Yang sangat bikin kecewa masyarakat, itu tadi: dulu masyarakat diminta pakai gas, katanya lebih ekonomis. Tapi, setelah masyarakat pakai gas, kini gas langka. Kalau ada, harganya mulai naik.&lt;br /&gt;Celakanya, minyak tanah sulit didapat. Kalau ada, harganya Rp 10.000 per liter. Saya sungguh nggak mengerti, bagaimana nalar para pemimpin kita itu.&lt;br /&gt;Lihat saja itu berita di TV: ibu-ibu dengan polosnya mengeluhkan masalah kelangkaan gas elpiji dan mahalnya minyak tanah. Apa para pemimpin kita itu tidak mendengar jeritan rakyatnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Jadi, soal pengeras suara tadi? &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Sudah teriak-teriak pakai pengeras suara saja tidak didengar, apalagi nggak pakai pengeras suara. Bicara di jalanan tidak pakai pengeras suara, siapa yang mau dengar? Itu sama saja dengan tukang tambal ban di pinggir jalan yang tidak punya pompa, bagaimana mau mengisi angin.&lt;br /&gt;Orang demo pakai pengeras suara kok dilarang, yang bener sajalah. Seorang presiden yang terganggu karena aksi demo pakai pengeras suara itu merupakan absurditas.&lt;br /&gt;Masalah yang disampaikan oleh para pendemo?&lt;br /&gt;Lho, kan seputar itu-itu juga. Paling-paling menuntut kenaikan upah buruh, masalah karyawan kontrak, dan masalah yang menyangkut isi perut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Jadi? &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Ya, SBY mesti mau menghargai perbedaan pendapat yang ada di masyarakat, termasuk yang disampaikan lewat aksi demo. Sikap SBY melarang orang berdemo pakai pengeras suara itu bisa menimbulkan kesan SBY tidak tahu demokrasi. Sikap seperti itu secara politik bisa merugikan SBY sendiri.&lt;br /&gt;Lihat itu Barack Obama, dia bilang, buruh-buruh yang menduduki perusahaan itu sah-sah saja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Dampak dari sikap itu? &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Itu tadi, akibat "provokasi" itu, polisi di lapangan yang jadi korban. "Provokasi" itu bisa menyebabkan polisi semakin brutal terhadap orang-orang yang melakukan aksi demo. Satuan pengamanan (satpam) pun bisa juga ikut brutal terhadap para pendemo.&lt;br /&gt;Lihat saja itu di TV: para mahasiswa dan mahasiswi yang menentang disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Badan Hukum Pendidikan (BHP) menjadi undang-undang, di ruang sidang DPR, diperlakukan sangat kasar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Apa artinya itu semua? &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Mari kita belajar untuk saling menghargai perbedaan pendapat.***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-6252388416386878983?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/6252388416386878983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=6252388416386878983' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/6252388416386878983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/6252388416386878983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/12/ibarat-penjual-rujak-tanpa-pisau.html' title='IBARAT PENJUAL RUJAK TANPA PISAU'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-6910591558903927663</id><published>2008-12-25T19:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-25T19:53:27.735-08:00</updated><title type='text'>AWAS, 3.000 SENPI TAK DIKETAHUI KEBERADAANNYA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Sedikitnya&lt;/span&gt; 3.000 pucuk senjata api nonorganik masih beredar di masyarakat. Padahal, sesuai instruksi Kepala Polri (Kapolri), senjata-senjata yang dimiliki warga sipil itu harus dititipkan ke kepolisian setempat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Berdasarkan Surat Perintah Kapolri Nomor 117/8/2005, warga sipil yang mempunyai izin memiliki senjata api wajib menitipkannya ke polda atau kepolisian setempat," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Jassir Karwita kepada wartawan di Mapolda, Selasa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Wakapolda itu terkait dengan kabar yang menyebutkan bahwa para ketua RW, khususnya yang wilayahnya berada di daerah rawan kejahatan, akan dibekali senjata api nonorganik untuk kepentingan pengamanan wilayah atau bela diri. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya mengimbau warga yang belum menitipkan segera menitipkannya ke polda atau ke kepolisian setempat. Bagi yang membandel, mereka bisa dijerat UU Darurat Tahun 1951 tentang Senjata Api dengan ancaman hukuman 20 tahun. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wakapolda menyebutkan, izin senjata api yang dikeluarkan Polda Metro Jaya jumlahnya sekitar 5.000 pucuk. Setelah ada Surat Kapolri Nomor 117/8/2005, ada sekitar 40 persen (2.000 pucuk) pemegang izin yang menitipkan ke polda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, masih ada sekitar 3.000 pucuk yang tidak diketahui rimbanya. Alasan masih banyaknya senpi yang belum dititipkan adalah polda kesulitan mencari pemegang izin, mengingat ada yang pindah domisili atau belum memperpanjang izin karena alasan tertentu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Sejak surat perintah Kapolri turun, kami terus menyosialisasikan hal ini. Karena itu, semua pihak wajib mematuhi. Bagi yang tidak menitipkan atau memperpanjang izin, ancaman pidana siap menanti," kata dia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sesuai ketentuan, jenis senjata yang diizinkan digunakan warga sipil merupakan senjata nonorganik, baik berupa senjata api, pistol karet, maupun pistol gas. Mereka yang diizinkan memiliki senpi telah memenuhi ketentuan standar, yakni melalui seleksi, tes psikologi, dan sejenisnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, juga ada pejabat-pejabat tertentu (sipil) yang diizinkan menggunakan senpi, misalnya Dirut BUMN, pejabat Bea Cukai, kejaksaan, dan Imigrasi. Sedangkan untuk petugas sekuriti, Satpol PP atau atlet menembak, izin penggunaannya dibatasi di area tertentu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pihak Polda juga menegaskan, tak ada perubahan kebijakan terhadap kepemilikan dan penggunaan senjata api nonorganik untuk bela diri yang dimiliki warga sipil.&lt;br /&gt;Kebijakan kepemilikan dan penggunaan senjata api untuk warga sipil masih berpedoman pada Skep Kapolri Nomor 82/2004 yang dikeluarkan pada 16 Februari 2004 tentang perizinan dan syarat-syarat penggunaan senjata api. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Polda Metro Jaya tidak mempunyai kebijakan sendiri. Apalagi, untuk memberikan izin senjata api seperti pada RW atau lainnya," kata mantan Direktur Intelkam Polda Metro Jaya itu.&lt;br /&gt;Lebih jauh Jassir mengatakan, surat izin bisa diperpanjang, tapi senjata dititipkan. Tidak ada lagi izin kepemilikan senjata baru bagi sipil untuk membela diri. Ini mengingat banyak kejadian menyalahgunakan senjata api oleh warga sipil. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kasus penyalahgunaan senjata api sudah sering terjadi. Selama tahun 2008, tidak kurang terjadi delapan kasus kejahatan bersenpi.&lt;br /&gt;Misalnya, kasus perampokan terhadap nasabah HSBC di Jalan Muara Karang, Jakut. Korban Tatang Wiryadinata yang hendak menyetor uang perusahaan dirampok kelompok bersenpi. Uang sebanyak Rp 200 juta berbentuk dolar AS dan rupiah raib dibawa kabur kawanan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penyalahgunaan senpi juga acap terjadi untuk menakut-nakuti korban. Menjawab hal itu, Wakapolda mengatakan, umumnya senpi yang digunakan untuk kejahatan berjenis rakitan dan bukan nonorganik. Sedangkan yang untuk menakut-nakuti, izinnya ilegal atau sudah kedaluwarsa. &lt;span style="font-size:130%;"&gt;(Sadono)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-6910591558903927663?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/6910591558903927663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=6910591558903927663' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/6910591558903927663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/6910591558903927663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/12/awas-3000-senpi-tak-diketahui.html' title='AWAS, 3.000 SENPI TAK DIKETAHUI KEBERADAANNYA'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-7340520928142183879</id><published>2008-12-23T01:32:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T01:38:35.318-08:00</updated><title type='text'>BANYAK WARGA BANDUNG BELUM SADAR BENCANA</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Siapa&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;yang tak kenal Bandung? Ibu kota Jawa Barat yang dikenal dengan sebutan "Paris van Java" itu merupakan kota wisata yang sekaligus surga belanja. Tak hanya itu, Bandung juga menjadi tempat berkumpulnya para ilmuwan, mahasiswa, serta seniman yang ingin mencari inspirasi.&lt;br /&gt;Sebenarnya pesona Bandung lebih dari itu. Deretan gunung di sekelilingnya menyajikan keindahan alam serta perbukitan di situ menyimpan sejarah geologis yang tiada ternilai. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Tapi, siapa yang mengira di balik semua pesona dan potensinya, Bandung berada di daerah yang rawan bencana. Kebanyakan masyarakat juga tidak tahu bahwa musibah besar-seperti gempa bumi, longsor, dan banjir-bisa mengancam sewaktu-waktu. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya permasalahan itu mengemuka dalam workshop geosains untuk wartawan bertema "Selamatkan Cekungan Bandung" di Lembang pada 5-6 Desember 2008. Workshop yang dibuka Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (IPK LIPI), Dr Ir Hery Harijono, itu dalam rangka Tahun Internasional Planet Bumi 2008. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;"Tugas kita sebagai ilmuwan dan media massa, mengingatkan terus masyarakat bahwa kita hidup di daerah rawan bencana. Jangan tidak peduli," kata Herry. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;em&gt;Sesar Lembang&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Dr Ir Eko Yulianto dan Dr Ir Budi Brahmantyo dari Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) menyebutkan, terkait dengan musibah gempa, Bandung berada di dekat patahan (sesar) yang disebut Sesar Lembang. Sesar Lembang sendiri masih aktif akibat adanya aktivitas pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Malah, sesar yang bisa dilihat di dekat perumahan mewah Graha Puspa Lembang itu berpotensi menimbulkan gempa berkekuatan 6,9 SR. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Kedua ilmuwan itu menyayangkan makin maraknya pembangunan perumahan di Bandung Utara. "Saya juga tidak tahu mengapa begitu gampangnya dikeluarkan izin untuk membangun perumahan. Apalagi, banyak rumah yang dirancang tanpa memperhitungkan dampak bencana (tahan gempa)," kata Budi Brahmantyo seraya menambahkan bahwa masyarakat harus merekonstruksi rumahnya dengan bangunan tahan gempa.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Karst Citatah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Kawasan lain yang tidak terlindungi adalah Karst Citatah. Perbukitan kapur yang membentang di Padalarang itu kini kian rusak dan cenderung diabaikan. Padahal, perbukitan itu mengandung nilai sejarah yang luar biasa dan merupakan laboratorium terbuka baik bagi mahasiswa maupun peneliti yang mempelajari ilmu kebumian. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Sudah puluhan tahun kawasan itu dipilih untuk industri penambangan kapur ketimbang disisakan ruang untuk kawasan lindung. Masyarakat, khususnya pengusaha, memandangnya sebagai komoditas yang menghasilkan keuntungan miliaran rupiah tiap tahun (sementara untuk pendapatan asli daerah hanya Rp 300 juta). Kalau menyusuri formasi perbukitan di sana, khususnya di Km 12 - Km 27 antara Cianjur dan Bandung, bukit-bukit tidak pernah ada yang utuh. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;"Banyak sesepuh yang menutup mata. Mereka tidak tega melihat alam yang ketika mereka muda begitu indah, sekarang menjadi bukit yang terpotong-potong menunggu kehancuran," kata Budi Brahmantyo.&lt;br /&gt;Gunung-gunung di sekitar cekungan juga merana karena hutan di lereng-lereng gunung telah dibabat habis untuk daerah pertanian dan perumahan. Akibatnya, daerah resapan air menyusut dan membuat pasok air ke tanah dan pasokan ke sungai turun drastis. Sungguh ironis jika Cekungan Bandung yang dahulu kaya air itu dalam waktu dekat menghadapi masalah kesulitan air. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;"Seharusnya penghancuran bukit itu dihentikan. Ancaman yang nantinya dihadapi selain tanah longsor adalah bahaya bagi kesehatan (ginjal dan ispa). KRCB sudah menyurati Pemkab Bandung Barat agar menghentikan dulu penambangan di situ sampai adanya perda mengenai tata ruang," kata Eko Yulianto. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Sekitar delapan tahun lalu ditemukan benda-benda prasejarah untuk pertama kali di Goa Pawon, Pasir Pawon, Karst Citatah, antara lain berupa alat-alat batu dan tulang, gerabah, sisa tulang, gigi binatang, serta kerangka utuh homo sapiens. Kendati penambangan sudah tak sehebat dulu, di kawasan itu masih saja dilakukan penggalian.&lt;br /&gt;Sedangkan kaitannya dengan banjir, penanganannya juga karut marut. Salah satunya upaya pemapasan Curug Jompong (air terjun) yang kembali mengemuka. Ini menunjukkan bahwa Pemprov Jabar&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; kelihatan telah kehabisan akal. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;KRCB mengingatkan bahwa pemapasan tidak menyelesaikan masalah. "Pemapasan Curug Jompong yang telah diwacanakan sejak tahun 2006 harus dikaji lebih dalam. Selain erosi vertikal, pemapasan juga mengancam pasok kelistrikan untuk Jawa dan Bali mengingat tanah yang terbawa oleh sungai level akan terbawa ke Waduk Saguling, yang merupakan salah satu pembangkit listrik terbesar di Jawa. &lt;strong&gt;(Sadono Priyo)&lt;/strong&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-7340520928142183879?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/7340520928142183879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=7340520928142183879' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/7340520928142183879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/7340520928142183879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/12/banyak-warga-bandung-belum-sadar.html' title='BANYAK WARGA BANDUNG BELUM SADAR BENCANA'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-3643945036680730813</id><published>2008-12-23T01:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T01:26:15.507-08:00</updated><title type='text'>KAPOLDA USUNG POLICING WITH LOVE</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;SEMARANG &lt;/span&gt; (Don-News) :  Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Alex Bambang Triatmodjo menegaskan, untuk menjabarkan program akselerasi yang lebih mencitrakan sebagaipolisi yang humanis dan tegas, pihaknya siap mengedepankan polisi cinta kasih (policing with love). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"Sebagai wujud transformasi Polri modern dan profesional sebagaimana yang didengung-dengnungkan Kapolri, saya siap mengedepankan dan menyosialisikan ke seluruh jajaran kepolisian untuk membangun polisi cinta kasih," kata Alex Bambang Riatmodjo saat pisah sambut Kapolda, Jumat malam, di Semarang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Spanduk-spanduk bertuliskan "Policing with Love" ikut memeriahkan acara penyambutan Kapolda baru yang sebelumnya menjabat Kepala Divisi Telematika Polri itu. Alex Bambang juga pernah menduduki Kapolresta Surabaya Selatan, Kapolres Metro Bekasi, Kaditserse Polda Metro Jaya, Kapolwiltabes Bandung, dan sejumlah jabatan di Mabes Polri hingga menduduki salah satu Deputi pada Kementrian Koordinasi Bidang Polkam Kabinet Indonesia Bersatu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Lebih lanjut priya kelahiran Kediri 17 Juli 1955 itu mengatakan, sesuai dengan kultur masyarakat di Jawa, pihaknya berusaha untuk ngayahi tugas polisi kanthi katresnan atau melakukan tugas polisi dengan cinta kasih. Untuk melakukan program-programnya tersebut, kata Alex, pihaknya tidak akan meninggalkan adat dan budaya sudah terbentuk di mana masyarakatnya terkenal dengan kelemah-lembutan, sabar dan rendah hati.&lt;br /&gt;"Saya sendiri yang biasa meledak-ledak kalau sedang tugas di lapangan, harus belajar sabar, lembah lembut dan redah hati. Saya juga tekankan pada seluruh jajaran kepolisian untuk senantiasa menyesuaikan kearifan lokal masyarakat Jawa itu," katanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Acara yang digelar di ruang Poncowati Hotel Patra Semarang itu juga dihadiri Wagub Jateng Rustriningsih dan jajaran Muspida Jateng, Kapolda lama Irjen FX Soenarno yang kini Deputi Bidang Koordinasi dan Informasi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, tokoh-tokoh ulama dan seluruh pejabat polda serta seluruh kapolres di Jateng.&lt;br /&gt;Karier Kapolda baru ini memang tergolong menonjol, tapi juga sempat lama tenggelam. Sejak lulus Akabri tahun 1977, ia ditempatkan pertama kali di Ambon, Maluku. Di situ ia sempat kuliah di Universitas Patimura dan menikahi kakak kelasnya Betty T Atmodjo. Bapak tiga orang anak itu kemudian melanjutkan di perguruan Tinggi Ilmu Kepolsian (PTIK) (1996). Lulus Sespim Polri (1994) dan di Lemhanas memperoleh penghargaan Wibawa Seroja Nugraha dari Gubernur Lemhanas RI sebagai lulusan terbaik tahun 2001. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Setelah menduduki berbagai jabatan komando di Polri, nama Alex sempat menghilang. Ia ditempatkan di Kapus Represif Badan Narkotika Nasional (BNN), Staf Ahli Kapolri dan Deputi pada Kementrian Koordinasi Bidang Polkam. Pada Maret 2008, Kapolri Sutanto menugaskan dia di Mabes Polri kembali, yaitu sebagai Kadiv Telematika dan Kapolri sekarang Bambang Hendarso Danuri menugaskan di Jawa Tengah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Berbagai kasus besar sempat diungkap. Saat menjabat Kepala Reserse Bidang Pembunuhan di Mabes Polri, ia pernah membongkar kasus pembunuhan yang didalangi Kaditserse Polda Maluku di Ambon. Saat menjabat Kapolwiltabes Bandung, pihaknya berhasil menangkap tersangka pelaku peledakan Bursa Efek Jakarta. Ia juga paling ditakuti kalangan pengedar gelap narkoba tahun 2000, di mana banyak melibatkan warga negara asing berkulit hitam. (Sadono Priyo)&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-3643945036680730813?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/3643945036680730813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=3643945036680730813' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/3643945036680730813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/3643945036680730813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/12/kapolda-usung-policing-with-love.html' title='KAPOLDA USUNG POLICING WITH LOVE'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-2407427723493875172</id><published>2008-12-14T04:51:00.000-08:00</published><updated>2008-12-14T04:52:09.759-08:00</updated><title type='text'>CITRA POLRI</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-2407427723493875172?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/2407427723493875172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=2407427723493875172' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/2407427723493875172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/2407427723493875172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/12/citra-polri.html' title='CITRA POLRI'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-5653169548717618013</id><published>2008-11-26T04:44:00.001-08:00</published><updated>2008-11-26T04:54:46.549-08:00</updated><title type='text'>MASIH BANYAK YANG HARUS DIBENAHI DALAM MASALAH PENCEMARAN UDARA</title><content type='html'>Masalah polusi udara merupakan satu dari empat masalah lalu lintas yang dihadapi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, selain masalah kecelakaan, pelanggaran, dan kemacetan lalu lintas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Di kota besar seperti Jakarta, kontribusi terbesar polusi udara berasal dari kendaraan bermotor. Menurut catatan Bank Dunia, 70 persen pencemaran udara berasal dari kendaraan bermotor yang memproduksi emisi (gas buang). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Jakarta sendiri masuk dalam tiga besar untuk kategori kota terpolusi di dunia. Kadar karbon dioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO) yang dihasilkan dari gas buang kendaraan di ibu kota Indonesia ini telah melampaui ambang batas. Kondisi ini tentu sangat membahayakan, mengingat gas beracun itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Pesatnya pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan panjang ruas jalan semakin membuat kekhawatiran bahwa ancaman polusi udara yang ditimbulkan emisi kendaraan makin serius. Itulah karenanya pelaksanaan uji emisi kendaraan disertai penegakan hukumnya menjadi mutlak diperlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       "Secara prinsip, Polda Metro Jaya setuju dengan pelaksanaan uji emisi kendaraan. Namun masalah penegakan hukum belum dapat serta-merta kita laksanakan secara tegas mengingat masih banyak persoalan yang harus dibenahi," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Djoko Susilo menjawab Suara Karya, Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Polisi lalu lintas sendiri merupakan salah satu "korban" dari buruknya pengelolaan lingkungan di Jakarta mengingat mereka berkepentingan dalam pengaturan dan penjagaan lalu lintas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40 Persen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Menurut catatan Dirlantas Polda, setiap harinya ada sekitar 1.250 hingga 1.500 unit kendaraan yang didaftarkan. Berdasarkan pengkajian, setap tahun jumlah kendaraan roda dua atau roda empat mengalami pertambahan hingga 40 persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Awal bulan Oktober 2006, misalnya, jumlah kendaraan bermotor yang terdaftar mencapai 7.015.000 unit. Sebanyak 98 persen di antaranya merupakan kendaraan pribadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Pada 2010 hingga 2014 nanti jumlah kendaraan bermotor semua jenis diperkirakan membengkak dua kali lipat antara 10-14 juta unit. Sayangnya, hal ini tidak didukung oleh pertambahan ruas panjang lebar jalan yang saat ini mencapai 7.639.136 km. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Ihwal pelaksanaan uji emisi tersebut pihak Dirlantas mengaku masih mengalami hambatan dan harus segera dibenahi. Ada kalangan masyarakat yang enggan mengikuti uji emisi karena besarnya biaya uji emisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Dalam sosialisasi yang disampaikan pemerintah, biaya uji emisi di sejumlah bengkel hanya berkisar antara Rp 30 ribu-Rp 50 ribu per kendaraan. Kenyataan di lapangan ditemukan besaran ongkos dikenakan sekitar Rp 450 ribu sampai Rp 700 ribu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Ihwal mahalnya biaya uji emisi dibenarkan DPD Organda DKI Jakarta. Asosiasi pengusaha angkutan umum ini melihat, mahalnya biaya itu membuat banyak pemilikan kendaraan bermotor mencuekin Perda No 2/2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       "Banyak pemilik kendaraan enggan melakukan uji emisi karena tidak saja memberatkan, tapi juga tidak ada transparansi," kata Sekretaris DPD Organda DKI Jakarta, TR Pandjaitan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        DPD Organda malah menemukan sejumlah bengkel yang mengutip tarif mahal, meski bengkel tersebut telah disertifikasi dan ditunjuk secara resmi oleh pemerintah. "Ini fakta, masak minta sertifikat uji emisi saja pemilik kendaraan sampai mengeluarkan Rp 1,5 juta? Mengapa biaya uji emisi lebih besar dari tarif umum yang hanya Rp 50 ribu," kata dia menanyakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        DPD Organda melihat tak adanya transparansi Pemprov DKI Jakarta dalam pelaksanaan uji emisi ini. Misalnya untuk kriteria bengkel yang ditunjuk. Banyak ketentuan yang tidak jelas sehingga menimbulkan kecurigaan adanya praktik KKN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Ada pula pemilik kendaraan yang mengaku sering tidak lulus setiap ikut tes. Konsekuensinya, pemilik kendaraan itu harus mengeluarkan biaya ekstra untuk perawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benturan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Lebih lanjut masalah yang harus dibenahi yakni tentang aspek sanksi bagi pemilik kendaraan yang tidak lulus uji emisi. Antara Perda Nomor 2 Tahun 2005 dengan UU No 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) belum sikron. Dalam pasal 28 ayat (1) Perda No 2/2005, mereka yang tidak lulus uji emisi gas buang diancam penjara paling lama enam bulan atau denda sebanyaknya Rp 50 juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ini bertentangan dengan pasal 67 UU No 14 Tahun 1992 tentang ancaman pidana bagi pengendara yang kendaraannya tidak lulus uji emisi, di mana paling lama dua bulan atau denda Rp 2 juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Kemudian, dari aspek pemeriksa kendaraan. Menurut Djoko, pada pasal 19 Perda Nomor 2 Tahun 2005, pemeriksa bisa dari pihak swasta yang memiliki bengkel yang telah memenuhi syarat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Sementara kriteria penyidik yang melakukan tes uji emisi dari kalangan kepolisian yang berhak melakukan proses indetifikasi dan pengecekan uji emisi gas buang kendaraan bermotor adalah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Dinas Perhubungan, dengan klasifikasi pangkat paling rendah pengatur muda tingkat I (golongan II/B) dan berpendidikan minimal sekolah tingkat lanjutan atas (SLTA), pernah ditugaskan di bidang teknis operasional, dan sudah pernah mengikuti pendidikan khusus di bidang penyidikan. Hal itu diatur dalam UU Kepolisian Negara Nomor 2 Tahun 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Perbedaan kriteria itu harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta sebagai pihak yang memberikan mandat pengujian emisi gas buang kepada lebih kurang 80 bengkel di Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kendati demikian, dalam praktik di lapangan, polisi siap melakukan langkah-langkah konkret untuk menyelamatkan udara Jakarta, termasuk pemberian sanksi bagi kendaraan yang tidak lulus uji emisi gas buang. (Sadono Priyo)  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-5653169548717618013?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/5653169548717618013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=5653169548717618013' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/5653169548717618013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/5653169548717618013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/masih-banyak-yang-harus-dibenahi-dalam.html' title='MASIH BANYAK YANG HARUS DIBENAHI DALAM MASALAH PENCEMARAN UDARA'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-7407422960133521226</id><published>2008-11-14T19:47:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T03:31:39.207-08:00</updated><title type='text'>MASYARAKAT MASIH ENGGAN BERURUSAN DENGAN POLISI</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z9ExZTVFyTE/STPKOPrZqvI/AAAAAAAAAA0/5iPSkdzGmyE/s1600-h/cops.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274781934656531186" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 238px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z9ExZTVFyTE/STPKOPrZqvI/AAAAAAAAAA0/5iPSkdzGmyE/s320/cops.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellspacing="0" width="100%" border="0" cellpading="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tbody&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;table height="100%" cellspacing="0" cellpadding="3" width="98%" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tbody&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;"Kami Siap Melayani Masyarakat". Itulah kalimat yang tertera pada semua kantor kepolisian di wilayah Indonesia. Tapi, banyak orang enggan berurusan dengan polisi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Bahkan tak sedikit orang yang kecurian, seperti kecurian sepeda motor, pun enggan melapor ke polisi. Lebih baik pasrah ketimbang melapor polisi. Pasalnya, sudah kehilangan motor, masih juga dimintai duit.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Dan yang paling menyedihkan adalah, tuduhan seringnya oknum polisi memainkan perkara atau mencari-cari kesalahan, di mana ujung-ujungnya untuk mendapatkan duit. Banyak orang mengaku harus mengeluarkan uang bila berurusan dengan polisi. Bahkan petugas Polisi Lalu Lintas (Polantas) kerap dituding mencari-cari kesalahan bila pelanggar lalu lintas tidak mau berdamai.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;"Jadi, berurusan dengan polisi itu repot. Semuanya ujung-ujungnya dimintai duit." Demikian pernyataan sejumlah orang kepada Suara Karya ketika dimintai komentar tentang kinerja aparat kepolisian.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Berbagai tuduhan dan stigma buruk ini tentu membuat pimpinan Polri tertohok. Penilaian itu, kata petinggi Polri, sangat tidak adil mengingat selalu menyalahkan polisi. Bukankah institusi yang bulan Juli nanti berusia 61 tahun ini berada di tengah kondisi bangsa yang sedang sakit? Dengan kata lain, reformasi di tubuh Polri memang belum berjalan sepenuhnya atau masih bolong-bolong.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;Dana Minim&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Gambaran kinerja kepolisian yang masih compang-camping itu terlihat dari pengakuan sejumlah anggota polisi di lapangan. Mereka terpaksa memeras otak agar dapat melaksanakan tugasnya sekaligus menyambung hidup keluarganya. Beban yang dipikul polisi dirasakan makin berat. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Beban berat yang dimaksud, seperti dialami Brigadir Polisi Ahmad. Ia mengaku pernah bertugas di unit mobil patroli selama dua tahun di Polres Depok. Ia biasa patroli selama 12 jam sehari. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Selama patroli, komandannya membekali kupon bensin 16 liter dan uang saku. Bekal tersebut, menurut dia, masih jauh dari cukup untuk tugas patroli. "Belum lagi kalau harus meluncur ke Sukmajaya (wilayah polsek-Red). Bensin sudah pasti tidak cukup," kata Ahmad yang kini berdinas di Sabhara Polda Metro Jaya. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Ia mengaku beban yang dipikul petugas patroli cukup berat. Misalnya soal uang makan. Bekal dari komandan Ahmad untuk 12 jam tugas sangat tidak cukup untuk makan dua kali, apalagi untuk rokok dan minum.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Belum lagi dia mesti dihadapkan pada masalah pemeliharaan mobil patroli. Sejak awal operasional mobil patroli Carens pada pertengahan 2002, dana dari Polda Metro Jaya yang masih bertahan cuma uang makan personel dan ongkos bahan bakar yang diberikan melalui kupon bahan bakar.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;"Selebihnya, seperti ongkos ganti oli, ganti ban, dan servis mesin, harus ditanggung sendiri oleh polsek (kepolisian sektor-Red) masing-masing. Yang jadi pertanyaan, dari mana polsek-polsek mendapat uang untuk itu," ujarnya. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Tak hanya Ahmad, pimpinan dia juga mengeluhkan biaya untuk perawatan mobil patroli. Ini membuat komandan atau anggota-anggota di lapangan putar otak untuk menutupi kekurangan biaya operasional.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;Polisi Terjebak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Gara-gara keterbatasan dana ini tak sedikit oknum harus mendekat kepada orang-orang yang berkantong tebal. Institusi polisi pun seperti terjebak pada sumbangan-sumbangan donatur, seperti pengelola tempat hiburan, bos kelompok preman, dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Celakanya, sumbangan itu sering ada maunya. Tak sedikit orang yang merasa telah menyumbang banyak pada kepolisian meminta toleransi perkara. Misalnya, sang donatur yang bos judi di tempat hiburan meminta dilindungi meski jelas-jelas usahanya melanggar hukum. Atau polisi tutup mata pada bisnis tempat hiburan yang menjadi ajang narkotika. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Obsesi pimpinan Polri untuk menyiagakan sebanyak-banyaknya polisi di tengah masyarakat agaknya masih menghadapi banyak kendala. Selain operasional mobil patroli yang dananya terbatas, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Pol Adang Firman juga belum punya sistem patroli ideal untuk menciptakan rasa aman warga Jakarta dan sekitarnya. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;"Memang saya mendapat informasi dari bawah tentang betapa sulitnya merawat dan mengoperasikan mobil dinas mengingat dana kita terbatas. Kita terus memikirkan hal ini karena keberadaan mobil patroli sangat dibutuhkan masyarakat," kata mantan Asisten Operasi Kepala Polri itu.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;Pintar-pintar Komandan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana menambahkan, masyarakat jangan selalu menuntut polisi untuk melakukan hal yang ideal. Situasi kamtibmas yang rapuh karena beban yang dipikul polisi makin berat. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Contohnya, minimnya anggaran polisi menyebabkan dua soal, yakni menyangkut kualitas sumber daya manusia dan tingkat penanggulangan kejahatan.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;"Coba lihat berapa biaya untuk patroli dan penyidikan? Biasanya kapolres atau kapolsek hanya menganggarkan untuk kasus menonjol atau yang menjadi perhatian masyarakat. Misalnya, dari 100 kasus, paling yang diberi anggaran 20 kasus. Sisanya? Ya pintar-pintar komandannyalah," kata mantan Kapolres Jakarta Barat itu. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Keterbatasan dana dan personel pada akhirnya membuat polisi punya banyak hambatan dalam merealisasikan semboyannya: melindungi dan melayani masyarakat. Semboyan yang coba diterjemahkan dalam konsep community policing itu belum dapat berjalan maksimal.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Salah satu prinsip dasar community policing adalah perubahan paradigma polisi, dari tadinya polisi militeristik, yang cenderung menjadi alat kekuasaan dan penekan, menjadi polisi yang bekerja dengan prinsip melayani sebagai polisi sipil. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Pola kerja ini menuntut polisi tidak hanya bergerak jika ada pengaduan masyarakat, tetapi harus menangani masalah sejak dini, dan mencegahnya untuk tidak berkembang menjadi pelanggaran hukum.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;br /&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Karena itu, kata Untung Yoga, di tengah keterbatasan yang melingkupi polisi Indonesia, termasuk di Jakarta, yang penting untuk terus dilakukan adalah menanamkan pemahaman di kalangan masyarakat bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. (Sadono Priyo) &lt;!-- END CONTENT --&gt;&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellspacing="0" cellpadding="5" width="95%" align="center" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tbody&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td align="middle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td align="middle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-7407422960133521226?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/7407422960133521226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=7407422960133521226' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/7407422960133521226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/7407422960133521226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/masyarakat-masih-enggan-berurusan.html' title='MASYARAKAT MASIH ENGGAN BERURUSAN DENGAN POLISI'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z9ExZTVFyTE/STPKOPrZqvI/AAAAAAAAAA0/5iPSkdzGmyE/s72-c/cops.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-2661831577607666776</id><published>2008-11-14T19:34:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T03:23:54.152-08:00</updated><title type='text'>AWAS, KEJAHATAN DI TAKSI INCAR KARYAWATI DAN IBU-IBU</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z9ExZTVFyTE/STPJF55EbhI/AAAAAAAAAAs/238edqupPfg/s1600-h/taxi.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274780691857698322" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 135px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z9ExZTVFyTE/STPJF55EbhI/AAAAAAAAAAs/238edqupPfg/s320/taxi.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;!-- START CONTENT --&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Para pengguna jasa taksi kini perlu ekstra hati-hati. Pasalnya, kejahatan di dalam taksi, khususnya di wilayah Jabotabek, marak lagi. Setelah beberapa bulan mereda, masyarakat kembali dikejutkan oleh kasus perampokan yang melibatkan sopir taksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;dd style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Dua kasus kejahatan di dalam taksi menghiasi berita di sejumlah harian Ibu Kota. Kasus pertama dialami Ade Sulistina (29) dan Hilda Karmila (26). Dua karyawati itu menderita depresi dan harus dirawat di RS Pertamina Pusat, Jakarta, setelah dirampok di taksi.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Kedua perempuan itu naik taksi sekitar pukul 20.00 WIB Senin pekan lalu seusai berbelanja di Carrefour Ratu Plasa. Ia mendapat taksi dari calo yang kebetulan mangkal di pusat perbelanjaan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Mereka mendapat taksi warna biru dalam kondisi bagus. Karena barang belanjaan banyak, Ade dan Hilda tidak bisa menolak ketika taksi sudah berada di depannya. Keduanya sempat melihat identitas nama di dashbord dan kaca taksinya gelap.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Sopir taksi langsung tancap gas begitu dua perempuan itu menyebutkan hendak ke Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sesampainya di dekat Hotel Century Park, Senayan, tiba-tiba sopir menghentikan taksi dengan alasan lampu mobil mati.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Sopir taksi pun turun dan pura-pura memeriksa bagian depan mobil. Tak disangka-sangka dia kembali dengan membawa pisau. Ia minta kedua penumpangnya tidak berteriak. Saat itu juga dua laki-laki lain masuk ke dalam taksi. Satu orang duduk di kursi kemudi dan satu lagi duduk di sebelah kiri kursi belakang. Ade sempat hendak teriak, namun dipukul lehernya oleh sopir taksi itu.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Taksi meluncur ke jalan tol dan menuju arah Tanjung Priok. Taksi berhenti di jalan tol sebelum Tanjung Priok. Saat itulah semua perhiasan dan HP mereka dipreteli. Tak lama kemudian masuk satu orang lagi dan duduk di samping sopir. Orang ini mengikuti taksi itu dengan mobil yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Mereka lalu meminta Ade dan Hilda menyerahkan kartu ATM, kartu kredit, dan nomor PIN-nya. Karena ketakutan, ATM dan kartu kredit keduanya diserahkan ke rekan perampok yang menunggu di luar dengan mobil yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Setelah dibawa berputar-putar, mereka diturunkan di tengah jalan (Jalan Sunter). Sebelum pulang, kawanan bandit sempat mengancam agar korban tidak melapor ke polisi karena identitasnya dipegang. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Tetapi kedua perempuan itu tetap melaporkan musibah yang baru dialaminya ke Polda Metro Jaya. Total kerugian keduanya sekitar Rp 10 juta, yaitu berupa uang tunai, HP, dan perhiasan yang dibawa. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Ternyata Ade dan Hilda tidak sendirian. Beberapa hari kemudian, nasib yang sama dialami Nova Anita (39). Ibu dua anak yang tinggal di Jalan Sunan Demak 16 Rawamangun, Jakarta Timur, itu kehilangan dua cincin emas, jam tangan, HP Sony Ericson W900, ATM, dan tiga kartu kredit.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Malam itu, sekitar pukul 20.30 WIB, ia hendak pulang ke rumahnya setelah menemui rekan bisnisnya di Jalan Matraman, Jakarta Timur. Nova naik taksi di depan Hotel Sentral, Jalan Pramuka, Jakarta Timur. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Ia naik taksi yang berhenti di depannya. Ia tidak menaruh curiga mengingat kondisi taksi bagus dan dilengkapi dengan atribut resmi. Tapi suasana malam hari menjadikan Nova tak sempat mengingat nama perusahaan taksi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Sopir taksi segera meluncur ke arah timur Jakarta, seperti yang diminta. Sesampainya di Jalan A Yani, tiba-tiba sopir berhenti. Bersamaan dengan itu dua laki-laki tak dikenal cepat masuk ke dalam taksi dari dua arah berbeda. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Nova disekap mulutnya. Korban ditodong dengan pisau lipat dan minta ibu muda itu menyerahkan harta yang dibawa. Singkatnya, aksi perampokan berjalan mulus tanpa perlawanan dan korban ditinggal begitu saja di jalan.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;b&gt;Tiga Terungkap&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Dua kasus tersebut menambah panjang daftar aksi kejahatan di dalam taksi di Jabotabek. Menurut catatan Polda Metro Jaya, dalam tiga bulan terakhir telah terjadi enam kasus perampokan di dalam taksi. Dari berbagai kasus itu, baru tiga kasus yang terungkap.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Dari sejumlah kasus, tim Jatanras Polda Metro sempat membuat analisis terhadap tren kejahatan taksi. Kasat Jatanras Polda AKBP Fadil Imron mengatakan, kebanyakan kasusnya terjadi di kawasan segitiga emas Jakarta pada jam pulang kantor (sore-malam). Pelaku cenderung memilih karyawati dan ibu-ibu muda sebagai korbannya.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Kemudian, ciri-ciri taksi yang digunakan aksi kejahatan yaitu nomor pintu diberi gemuk agar tidak jelas, kaca riben (gelap), dan biasanya taksi tarif lama. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Modus kejahatan, pelaku biasanya berkomplot antara 3 hingga 5 orang. Mereka menyewa dua taksi, satu digunakan untuk mencari mangsa (korban) dan satu taksi lagi mengikuti dari belakang. &lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Sebelum menjalankan aksinya, biasanya sopir melakukan hal-hal yang tidak lazim. Seperti pura-pura berhenti untuk buang air, membenarkan sepatu, membeli minuman di warung, pura-pura mogok atau lampu mati. Setelah itu, kawanan yang membuntuti beraksi masuk ke dalam taksi dan menodong korbannya.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Menanggapi maraknya kejahatan taksi, Polda Metro Jaya telah melakukan upaya maksimal dalam rangka memerangi penjahat taksi. Kabid Humas Polda Metro Kombes Untung Yoga mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan rekomendasi untuk para operator taksi agar memperhatikan standardisasi keamanan dan keselamatan penumpang taksi.&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dt&gt;&lt;br /&gt;&lt;/dt&gt;&lt;dd&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;Ketentuan penggunaan kaca film harus sesuai aturan (tidak terlalu gelap dan bisa dilihat dari luar), setiap taksi harus membuat sekat antara bagasi dan tempat penumpang, setiap taksi harus mempunyai sestem alarm dan diaktifkan. Dilengkapi dengan global positioning system (GPS), harus ada penertiban warna dan simbol taksi, memperketat perekrutan pengemudi taksi, membuat program kerja sama dengan polisi untuk melakukan razia. (Sadono Priyo) &lt;!-- END CONTENT --&gt;&lt;/span&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/div&gt;&lt;table style="WIDTH: 680px; HEIGHT: 88px" cellspacing="0" cellpadding="5" align="center" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="middle"&gt;&lt;hr width="95%"  style="font-size:78;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#000399;"&gt;&lt;a class="box" href="http://www.suarakarya-online.com/aboutus.html"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="middle"&gt;&lt;hr width="95%"  style="font-size:78;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#666666;"&gt;Copy Right ©2000 &lt;b&gt;Suara Karya Online&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Powered by &lt;a href="http://www.hanoman-i.com/" target="_blank"&gt;Hanoman-i&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-2661831577607666776?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/2661831577607666776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=2661831577607666776' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/2661831577607666776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/2661831577607666776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/awas-kejahatan-di-taksi-incar-karyawati.html' title='AWAS, KEJAHATAN DI TAKSI INCAR KARYAWATI DAN IBU-IBU'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z9ExZTVFyTE/STPJF55EbhI/AAAAAAAAAAs/238edqupPfg/s72-c/taxi.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-3207284683292564955</id><published>2008-11-12T05:16:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T05:22:48.014-08:00</updated><title type='text'>IWAN BULE GANTIKAN CARLO TEWU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA (Suara Karya): Sebanyak sebelas pejabat di lingkungan Polda Metro Jaya diserahterimakan di Mapolda, Senin (10/11). Beberapa di antaranya yakni Kombes Pol Mohammad Iriawan sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda menggantikan Kombes Pol Carlo Brix Tewu dan Kombes Pol Raja Erizman menjadi Direktur Reserse Kriminal Khusus menggantikan Kombes Pol Sigit Sudarmanto.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman, yang memimpin upacara serah terima jabatan itu, mengatakan, proses mutasi merupakan hal yang lumrah dan dalam rangka tour of duty. "Ada yang dipromosikan, ada pula yang diganti karena sekolah, hal itu biasa," kata Adang Firman menjawab pertanyaan wartawan seusai acara yang tertutup bagi wartawan itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Carlo Tewu dan Sigit Sudarminto selanjutnya menjadi perwira menengah polda karena menempuh Sekolah Perwira Tinggi (Sespati) Polri di Lembang, Bandung. Sedangkan penggantinya, Moh Iriawan, sebelumnya menjabat Lekdik Rodalpres SDE SDM Polri dan Raja Erizman sebelumnya Kanit V Dit V/Tipiter Bareskrim Polri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jabatan yang mengalami pergantian tampuk pimpinan antara lain Kepala Biro Operasi yang semula dijabat oleh Kombes Pol Budi Winarso digantikan oleh Kombes Pol Arif Wachyudi, yang sebelumnya menjabat Kasat Brimob Polda Metro Jaya. Budi mendapat promosi sebagai Wakapolda Lampung. Jabatan Kasat Brimob selanjutnya dipegang oleh mantan Kasat Brimob Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Murad Ismail.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;AKBP Mohammad Fadhil Imran (mantan Kasat Jatanras Polda Metro) menempati posisi baru sebagai Kapolres Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Tanjung Priok, menggantikan AKBP Angesta Romano Yoyol yang sekarang menjadi Wakapolres Jakarta Pusat. (Sadono)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-3207284683292564955?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/3207284683292564955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=3207284683292564955' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/3207284683292564955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/3207284683292564955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/iwan-bule-gantikan-carlo-tewu.html' title='IWAN BULE GANTIKAN CARLO TEWU'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-833615363881979721</id><published>2008-11-10T02:49:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T02:50:27.151-08:00</updated><title type='text'>19 WNA DIRINGKUS, 3 DITEMBAK MATI</title><content type='html'>JAKARTA-DONNEWS: Operasi Paniki yang digelar untuk menumpas peredaran narkoba oleh warga negara asing (WNA) berhasil menangkap sekitar 19 orang selama sebulan terakhir. Dari 19 orang itu, tiga di antaranya ditembak mati karena melakukan perlawanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur IV Narkoba dan Kejahatan Terorganisasi Bareskrim Polri Brigjen Pol Harry Montolalu menyebutkan, barang bukti yang disita yakni narkotika jenis heroin sebanyak 370,1 gram, hasis (minyak ganja) sebanyak 28,3 gram, dan ganja kering 13,7 gram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk jenis psikotropika yang disita sebanyak 25.500 butir ekstasi dan 200,5 gram shabu. "Kebanyakan narkotika dan obat-obatan berbahaya itu dibawa oleh orang-orang West Afrika (Afrika bagian barat--Red)," kata Harry Montolalu kepada wartawan di kantornya, Jumat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga warga Afrika barat yang ditembak yaitu Oliver, Steve alias Ricardo, dan Joseph Nsubuga. Sementara 16 WNA lainnya masih dalam proses penyelidikan. Ricardo atau Steve ditembak saat penggerebekan di tempat persembunyiannya di Puncak, Bogor, sedangkan Oliver ditembak di Perumahan Mutiara Gading, Bekasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Harry Montolalu mensinyalir, hotel-hotel di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, ditengarai menjadi salah satu basis utama para bandar heroin asal Benua Afrika bagian barat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari hotel-hotel yang bertebaran di Tanah Abang dan sekitarnya itulah mereka diduga mengendalikan bisnis heroin," kata Harry di Jakarta, Jumat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghilangkan jejaknya sebagai bandar heroin, mereka banyak yang berkedok bisnis jual beli produk garmen. "Lihat saja di kamar-kamar hotel di sana. Banyak kamar hotel dijadikan lokasi jual beli produk garmen. Kamar hotel kok banyak baju-baju yang bergelantungan," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menertibkan hotel-hotel itu agar tidak menjadi sarang bandar heroin. "Kembalikan hotel sebagai tempat menginap dan bukan untuk bisnis. Kalau mau bisnis, ya di tempat yang semestinya," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polda Metro Jaya, katanya, juga pernah menyurati Pemprov DKI Jakarta untuk penertiban hotel-hotel itu, namun hingga kini belum ada tindakan apa pun. Bahkan, Harry menduga, para bandar narkoba itu melakukan pencucian uang dengan melakukan jual beli produk garmen tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 54 terpidana mati kasus narkoba saat ini, sebagian besar adalah WNA asal Afrika barat. Dari jumlah itu, 43 orang di antaranya berada di LP Nusakambangan, sedangkan sisanya tersebar di berbagai penjara di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 26 Juni 2008, Kejaksaan Agung mengeksekusi dua terpidana mati kasus narkoba asal Nigeria, yakni Samuel Iwuchukwu Okoye dan Hansen Anthony Nwaolisa di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Pada bagian lain, Harry Montolalu mengatakan, sebanyak lima napi telah mengendalikan bisnis narkoba ilegal dari balik penjara dalam satu bulan terakhir. Dari kelima orang itu, tiga di antaranya berada di Lapas Cipinang, sedangkan dua lainnya di Rutan Salemba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para napi ini, kata Harry Montolalu, menggunakan telepon seluler (HP) untuk memesan narkoba maupun memerintahkan anak buahnya di luar penjara sebagai kurir. "Masa ada napi pakai HP. Dari mana dia dapat HP? Malahan dipakai untuk transaksi narkoba pula," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi napi yang terlibat kasus narkoba, Polri tetap akan memproses secara hukum setelah dia selesai menjalankan hukuman yang sedang dia jalani. "Napi yang terlibat narkoba akan disidangkan lagi begitu masa hukumannya habis," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain lima napi itu ada juga beberapa napi yang terlibat kasus narkoba, antara lain Chris, warga negara Nigeria. Chris tidak sendirian. Polisi juga menangkap petugas Lapas Cipinang bernama Yusuf karena ikut menjadi anggota jaringan Chris. Lima anak buat Chris yang berada di luar penjara juga telah ditangkap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chris yang berada di dalam Lapas Cipinang menggunakan tiga nomor telepon seluler sekaligus untuk mengendalikan transaksi heroin kelompoknya. (Sadono)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-833615363881979721?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/833615363881979721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=833615363881979721' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/833615363881979721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/833615363881979721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/19-wna-diringkus-3-ditembak-mati.html' title='19 WNA DIRINGKUS, 3 DITEMBAK MATI'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-5823839369223244662</id><published>2008-11-09T06:14:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T02:45:48.897-08:00</updated><title type='text'>BELAJAR DARI KRISIS, INDONESIA BISA BANGKIT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA (DONNEWS) - Indonesia diyakini bisa  bangkit dari krisis. Buruknya situasi Amerika Serikat (AS) akan  dihadapi  bangsa ini dengan bekal pengalaman sama  pada 1998. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  tengah  kelesuan  dalam  berbagai  sektor  dan sebelumnya  pernah didera ancaman disintegrasi  bangsa, negeri  ini  akan  bergerak  maju  sebagaimana  sejarah pernah  mencatat,  Nusantara   pernah  mengalami   masa kejayaan di masa lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bangkit  dari  krisis memang bukan  suatu  keniscayaan, namun dulu Indonesia pernah mengalami masa-masa kejayaan. Ini menjadi optimsme tersendiri," kata sejarawan Dr Asvi Warman Adam dalam  diskusi dan bedah  buku berjudul "Jala Sutra Menuju Indonesia Raya", di  Ancol, Jakarta, Sabtu (8/11). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikut membedah buku yang  ditulis  Hans Satyabudi tersebut di antaranya  pengamat  telematika Roy Suryo.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asvi Warman menyebutkan, buku setebal 274  halaman dengan  pendekatan  sejarah dan penuh  perumpamaan  itu  sebetulnya bertolak dari tujuan ideal yang ingin  dicapai  Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  dia,  uraiannya  menggunakan  angka-angka  yang    sebetulnya  juga tidak  asing  dalam  pemikiran Jawa. Angka bisa dikaitkan dengan konsep bahkan tanggal sejarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam buku Jala Sutra disebutkan tahun 2008, 2017 dan 2045. Tahun 2008 wacana ini dicanangkan, 2017 tahun pencapaian  desa yang lestari, pantai yang  permai  dan Indonesia makmur. Lalu 2045 Indonesia Raya,  Nusantara, posisi kita pada tatanan dunia baru, globalisasi, duniabaru yang damai," kata staf pengajar Universitas  Indonesia itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  menyebutkan, pemilihan angka tahun itu  berdasarkan  tahun  kemerdekaan 8, 17 dan 45  yang  ditambah dengan angka 2000.Lebih  lanjut  dalam  buku  ini  penulis   mencoba menghubungkan  dengan legenda seorang raja yang bertapa di hutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang permasisuri dengan setia menanti  sambil merajut  benang sutra menjadi jala. Dalam tapanya  raja itu  harus pergi melanglang buana. Setelah  kembali  ke kerajaannya  ia  tidak pergi ke  istana  namun  memilih  tinggal  di  pinggir laut dan  menjadi  nelayan  dengan  menggunakan jala sutra yang dibuat isterinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang raja meninggalkan kemewahan, pergi  berkelana mencari  ilmu dan segala sesuatu yang baik bagi  negeri   dan bangsanya. Raja menemukan intisari kehidupan  bahwa   tugas  utamanya  adalah  memanfaatkan  lautan   sebagai   potensi  alam yang besar untuk menyejahterakan  rakyat.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang raja turun ke laut memberi contoh kepada rakyatnya untuk menangkap ikan dan jala. Yang perlu diteladani dari sang permaisuri  adalah keteladannanya  menggunakan apa yang di sekitarnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  menjalin  benang sutra menjadi jala yang  dapat  dimanfaatkan menangguk apa yang di lautan. Segenap  komponen keluarga, masyarakat dan bangsa berperan dalam  menciptakan sinergi memajukan bangsa. (Sadono) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-5823839369223244662?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/5823839369223244662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=5823839369223244662' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/5823839369223244662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/5823839369223244662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/indonesia.html' title='BELAJAR DARI KRISIS, INDONESIA BISA BANGKIT'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-6184531775445579939</id><published>2008-11-06T22:57:00.000-08:00</published><updated>2008-11-06T22:58:28.044-08:00</updated><title type='text'>PRIORITASKAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN DI JALAN RAYA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Persoalan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; lalu lintas (lalin) di Jakarta bak benang kusut yang sulit diurai. Kemacetan, kecelakaan, dan kriminalitas di jalan raya merupakan santapan sehari-hari yang terus dihadapi masyarakat pengguna jalan. Ironisnya, pihak regulator maupun para operator jalan raya tak kunjung punya konsep jitu dalam menuntaskan persoalan lalin Ibu Kota yang makin kompleks ini.&lt;br /&gt;Pada 2007 (dan tahun-tahun mendatang), tantangan yang dihadapi kotametropolitan masih berkutat pada masalah-masalah klasik seperti itu.Berbagai infrastruktur yang dibangun, seperti pembangunan koridor busway IV-VII dan underpass maupun fly over, serta penyediaan berbagai fasilitas oleh Pemprov DKI Jakarta, dinilai malah menambah persoalan lalin yang makin menumpuk.&lt;br /&gt;Kendati pemerintah yakin proyek-proyek itu mampu mengatasi kemacetan lalin, masih banyak pihak yang menyangsikannya. Ini mengingat kebijakan tersebut tidak menyelesaikan persoalan mendasar. Sebagian kalangan malah berpendapat bahwa proyek-proyek yang menelan dana miliaran rupiah itu harus dihentikan.&lt;br /&gt;"Kalau mau mengatasi kemacetan, hentikan pembangunan infrastruktur danbatasi jumlah kendaraan," kata pengamat transpotasi Darmaningtyas kepada Suara Karya baru-baru ini. Pernyataan yang terkesan ekstrim itu mengandung pesan bahwa pembangunan infrastruktur tidak menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;"Bukankah kondisi seperti ini membuat masyarakat makin berlomba-lombamemiliki mobil pribadi? Penyediaan underpass dan fly over sama saja dengan memanjakan pemilik mobil," katanya menambahkan.&lt;br /&gt;Seharusnya, kata Darmaningtyas, pemerintah lebih menitikberatkan padapenyediaan transpotasi massal dan regulasi kepemilikan kendaraan pribadi dalam rangka pembatasan jumlah kendaraan di jalan raya. Ini mengingat perbandingan jumlah kendaraan pribadi dan angkutan umum masih timpang.&lt;br /&gt;Pemerintah juga harus bisa mengurangi izin bagi swasta yang hendak membangun fasilitas pembelanjaan, apartemen, atau tempat hiburan di tengah kota. Belajar dari pengalaman, penyediaan fasilitas umum seperti itu makin menambah kesemrawutan kota.&lt;br /&gt;Keselamatan&lt;br /&gt;Tak kalah penting dalam menyelesaikan persoalan lalin di Jakarta adalahperhatian pemerintah terhadap masalah keselamatan dan keamanan penumpang, termasuk masyarakat pengguna jalan. Dua aspek itu harus menjadi roh dalam setiap penyelenggaran dan pengaturan masalah transportasi.&lt;br /&gt;Ini mengingat Jakarta-- yang tengah memproyeksikan menjadi kota megapolitan -- punya mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Kondisi masyarakat yang heterogen membuat model transpor apa saja ada di kota ini. Mulai dari sepeda, ojek, bajaj, angkot, bus umum, mobil pribadi, sampai kereta api. Akibatnya, banyak keluhan muncul yang kesemuanya berdampak pada faktor keamanan dan keselamatan masyarakat.&lt;br /&gt;Menurut data di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, selama tahun 2004 terjadi 4.544 kasus kecelakaan. Jumlah itu relatif tetap pada 2005, yakni 4.156 kasus. Pada tahun 2006 sebanyak 4.407 kasus atau naik 6,03 persen.&lt;br /&gt;Kebanyakan kecelakaan didominasi oleh sepeda motor, yaitu sebanyak 2.078 kasus (2006). Bandingkan dengan minibus yang 944 kasus, truk 519, sedan 467 kasus, dan bus 192 kasus. Dari data ini bisa dilihat tingkat risiko tinggi pada pengguna sepeda motor.&lt;br /&gt;Angka-angka di atas semakin memprihatinkan jika dilihat jumlah korbankecelakaan meninggal dunia. Pada 2004 tercatat korban tewas sebanyak 1.146 jiwa. Kemudian pada 2005 sebanyak 1.118 orang, dan tahun 2006 sebanyak 1.128 korban meninggal dalam kecelakaan. Jika diambil angka rata-rata, maka setiap bulan sedikitnya terdapat 99 nyawa melayang di jalan raya.&lt;br /&gt;Data-data ini menunjukkan tingginya kasus kecelakaan di Jakarta. Tingkat risiko keselamatan yang tinggi harus cepat diantisipasi pemerintah maupun Polantas sebagai penegak hukum di jalan raya.&lt;br /&gt;Risiko kecelakaan ternyata berimbas pada kehilangan nyawa. Artinya, tingkat fatalitas ini harus menjadi perhatian tersendiri. Bagi pengguna jalan, tingkat keamanan di jalan tersebut bukan hanya pada penggunaan jalan raya, tetapi juga risiko kriminalitas di jalan.&lt;br /&gt;Berbagai kasus kejahatan di jalan menunjukkan bahwa ada risiko tinggi bagi para pengguna jalan raya di Jakarta karena kriminalitas di jalan raya bisa saja terjadi sewaktu-waktu.&lt;br /&gt;Penegak Hukum&lt;br /&gt;Di sini peran penegak hukum, yaitu Polantas dan Dinas Perhubungan,diperlukan dalam menindak operator transportasi ataupun pengendara/pengemudi kendaraan yang mengabaikan faktor keamanan dan keselamatan.&lt;br /&gt;Sebuah survei menyebutkan, kecenderungan masyarakat melanggar lalindisebabkan ketidaktegasan petugas, kesadaran pengguna jalan masih rendah, kualitas jalan dan infrastruktur yang kurang memadai.&lt;br /&gt;Selain itu juga penegakan hukum yang tidak konsisten, sanksi hukum yangringan, situasi psikologis, serta jumlah kendaraan yang terus berkembang yang tidak diimbangi dengan kualitas jalan.&lt;br /&gt;Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Joko Susilo mengatakan, pihaknya sangat memperhatikan masalah kesalamatan dan keamanan di jalan raya. Itulah kenapa pihaknya berupaya menciptakan disiplin lalu lintas masyarakat melalui berbagai kegiatan persuasif dan represif.&lt;br /&gt;Ketentuan menggunakan lajur kiri dan menyalakan lampu pada siang hari, yang dikenakan untuk pengendara sepeda motor baru-baru ini, merupakan langkah antisipatif dalam menekan angka kecelakaan dan menciptakan disiplin berlalu lintas.&lt;br /&gt;Gelar operasi lalin seperti Operasi Simpatik, Operasi Patuh, OperasiKetupat, Operasi Lilin, dan Operasi Zebra dimaksudkan untuk mendukungprogram tersebut. Pada 2007 dan tahun-tahun mendatang, kegiatan-kegiatan seperti itu akan semakin diintensifkan.&lt;br /&gt;Selain tindakan represif, polisi juga berperan dalam mendesain masyarakat agar punya kesadaran bahwa keamanan dan keselamatan di jalan merupakan sebuah kebutuhan. Program-program seperti Patroli Keamanan Sekolah, Traffic Police Goes to School, Pramuka Saka Bhayangkara, Penerangan Keliling, Sekolah Mengemudi, Polisi Sahabat Anak, dan lain-lain, merupakan terobosan positif dalam rangka mewujudkan polisi masyarakat (polmas).&lt;br /&gt;"Polmas merupakan program kita untuk mengajak masyarakat lebih berperanaktif dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas. Itu karenanya akan digiatkan terus-menerus," kata Joko. (Sadono Priyo)&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-6184531775445579939?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/6184531775445579939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=6184531775445579939' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/6184531775445579939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/6184531775445579939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/prioritaskan-keamanan-dan-keselamatan.html' title='PRIORITASKAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN DI JALAN RAYA'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-4098682142320046795</id><published>2008-11-06T22:55:00.000-08:00</published><updated>2008-11-06T22:56:53.041-08:00</updated><title type='text'>HARYONO: GERAKAN BANTUL BANGKIT PERLU DITIIRU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;br /&gt;BANTUL-DONNEWS: Gerakan Bantul Bangkit hendaknya bisa ditiru masyarakat korban bencana alam lainnya di Indonesia. Gerakan ini menunjukkan adanya semangat untuk bangkit dan maju meskipun telah dilanda bencana alam gempa bumi yang sangat besar.&lt;br /&gt;"Masyarakat Bantul begitu gigih untuk bangkit dan maju. Mereka tidak mau tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut. Semangat ini sangat membanggakan kita semua," kata Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), Haryono Suyono, saat menyerahkan bantuan kepada dua kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluar-ga Sejahtera (UPPKS) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (15/11).&lt;br /&gt;UPPKS yang menerima bantuan adalah UPPKS Aster dan UPPKS Duku, masing-masing mendapatkan bantuan uang sebesar Rp 20 juta, sebuah hand tracktor dan oven untuk membuat roti. Penyerahan bantuan dilakukan di Dukuh Derman Gersik RT 06, Kelurahan Sumber Mulyo, Kecamatan Bambang Lipuro, Bantul.&lt;br /&gt;Penyerahan bantuan disaksikan langsung Kepala BKKBN Pusat Sugiri, Dirut Bank Pembangunan Daerah DI Yogyakarta Suharsoyo, Wakil Bupati Bantul H Suwarno, dan ibu-ibu anggota UPPKS.&lt;br /&gt;Haryono Suyono menambahkan, semangat untuk bangkit yang dimiliki masyarakat inilah yang membuat Yayasan Damandiri tergerak untuk memberikan bantuan. Selain itu, masyarakat juga menyambut baik bantuan yang telah diberikan Da-mandiri, ini terbukti de-ngan banyaknya permintaan dari masyarakat.&lt;br /&gt;Karena tingginya permintaan itu, lanjut Haryono Suyono, sejak tahun 2002 hingga saat ini Damandiri telah menyalurkan bantuan pinjaman lunak kepada masyarakat DI Yogyakarta sebanyak Rp 172 miliar dengan total masyarakat penerima bantuan sebanyak 11.500 orang.&lt;br /&gt;"Bantuan selama ini kami titipkan melalui BPD DI Yogyakarta. Awalnya Rp 60 miliar, kemudian menjadi Rp 100 miliar, dan saat ini telah mencapai Rp 172 miliar," katanya.&lt;br /&gt;Damandiri, lanjutnya, saat ini tengah merencanakan pemberian bantuan anak asuh bagi biaya pendidikan anak-anak berprestasi dari keluarga tidak mampu korban bencana gempa bumi di Bantul. Anak-anak berprestasi itu akan disekolahkan ke sekolah unggulan dengan biaya dari Damandiri.&lt;br /&gt;Wakil Bupati Bantul, Suwarno, menambahkan, sejak terjadinya gempa bumi pada 26 Mei 2006 lalu itu, semangat masyarakat sempat turun drastis. Apalagi di Dukuh Derman Gersik ini korban meninggal mencapai 18 orang dan korban meninggal di Kecamatan Bambang Lipuro tercatat 80 orang dan puluhan rumah warga hancur. "Kerugian akibat gempa bumi yang dirasakan kecamatan ini termasuk paling parah. Kondisi ini sempat membuat masyarakat drop," katanya.&lt;br /&gt;Yayasan Damandiri, menurutnya, memiliki program untuk menggerakkan dan mendorong keluarga korban gempa agar bisa kembali bangkit. Bahkan saat ini telah selesai dibangun 20 unit bantuan rumah dari 90 unit bangunan rumah layak huni yang tersebar di Bantul.&lt;br /&gt;Ketua UPPKS Aster, Ny Susilah, mengungkapkan, bantuan ini sangat membantu perekonomian mereka. Karena ibu-ibu tidak terlalu menggantungkan dari penghasilan suami, namun mereka telah bisa mendapatkan hasil dari menyewakan hand tracktor dan pembuatan roti yang dikelola UPPKS. (Sadono Priyo)&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-4098682142320046795?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/4098682142320046795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=4098682142320046795' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/4098682142320046795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/4098682142320046795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/haryono-gerakan-bantul-bangkit-perlu.html' title='HARYONO: GERAKAN BANTUL BANGKIT PERLU DITIIRU'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-7169073466741195335</id><published>2008-11-06T22:53:00.000-08:00</published><updated>2008-11-06T22:55:19.385-08:00</updated><title type='text'>RASA AMAN MASIH "BARANG MAHAL" BAGI WARGA DKI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Ketakutan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; dan selalu ada rasa khawatir pada diri warga Jakarta ternyata bukan isapan jempol belaka. Bagi sebagian besar warga Jakarta, keamanan masih menjadi barang mahal. Ini terbukti dengan masih tingginya tingkat kriminalitas yang dilaporkan masyarakat ke Polda Metro Jaya.&lt;br /&gt;Kita bisa membayangkan betapa tidak amannya Ibu Kota ini. Lihat saja, dalam tempo 8 menit 6 detik di Jakarta selalu terjadi satu tindak kriminalitas.&lt;br /&gt;Ungkapan ini mungkin bisa menjadi lain kalau yang mengungkapkan hanya seorang tukang bajaj atau sopir bus kota. Namun ini yang mengatakannya adalah orang pertama di Polda Metro Jaya, Irjen Pol Adang Firman. "Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2005 yang hanya mencapai 58.027 kejadian. Peningkatannya 5,3 persen," katanya.&lt;br /&gt;Yang lebih mencengangkan, Kapolda Metro mengatakan bahwa kenaikan angka kejahatan itu dinilai masih dalam batas toleransi, karena berada di bawah angka 11 persen. Namun, yang dibutuhkan masyarakat sebenarnya bukan jumlah kenaikan angka kejahatan yang masih di bawah 11 persen, tetapi bagaimana warga Jakarta bisa menjalankan aktivitas di Ibu Kota dengan tenang.&lt;br /&gt;Apalagi bagi warga kota yang setiap aktivitas kesehariannya harus menggunakan kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil. Karena, ternyata kejahatan yang paling tinggi terjadi pada pencurian kendaraan bermotor (curanmor) 11.257 kasus.&lt;br /&gt;Sepintar apapun masyarakat melengkapi kendaraan mereka dengan kunci ganda atau alarm, ternyata tetap saja bisa menjadi santapan empuk para "pemetik" kendaraan bermotor. Para pencoleng ini dengan entengnya mampu mengakali semuanya dan dalam tempo kurang dari lima menit pemilik kendaraan yang sedang naas akan kehilangan kendaraannya.&lt;br /&gt;Peringkat kedua tindak kejahatan di Jakarta, diakui Kapolda, diduduki pencurian dengan pemberatan (curat), mencapai 8.100 kasus. Kasus ini memang agak susah-susah gampang dalam penanganannya, karena selalu saja polisi kalah cepat dibanding pelaku. Polisi hanya tinggal olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan.&lt;br /&gt;Sedangkan posisi ketiga direbut kejahatan narkoba yang mencapai 6.613 kasus "Untuk kejahatan narkoba, peningkatannya sangat tinggi dibandingkan dengan tahun 2005. Di tahun 2005 hanya terjadi 4.394 kasus. Ini berarti terjadi peningkatan sekitar 50,5 persen," kata Adang.&lt;br /&gt;Kasus narkoba yang paling menyita perhatian publik adalah tewasnya penyanyi Alda Risma di kamar 432 Hotel Grand Menteng, Jakarta Timur, belum lama ini. Yang lebih menghebohkan, kasus ini bukan hanya ditangani polres, namun melibatkan hampir semua pihak. Mulai dari polsek hingga Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Mabes Polri, ikut disibukkan dengan tewasnya pelantun lagu "Aku Tak Biasa" itu.&lt;br /&gt;Bukan cuma itu, untuk mengungkap siapa di balik aksi ini, FBI (Biro Investigasi Federal) dan badan narkotika negara tetangga ikut menelitinya. Keterlibatan FBI, diakui oleh Kepala Satuan Tugas BNN Brigjen Pol Hendardi Tanos, khusus untuk meneliti hasil rekaman CCTV hotel yang tidak terlalu jelas.&lt;br /&gt;Ada catatan kasus menonjol pada tahun 2006 ini, di antaranya peledakan Restoran A&amp;amp;W di Kramat Jati Indah Plaza, Jaktim, pada 11 November lalu. Juga pembunuhan dengan mutilasi atas korban Sumini, yang terjadi pada 10 Agustus lalu di Jalan Perjuangan, Bekasi Utara.&lt;br /&gt;Kasus perampokan terhadap mobil PT Trans Nasional di Taman Simanjuntak, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jaktim, pada 18 Januari. Juga pencurian dengan kekerasan terhadap uang ATM BCA sebesar Rp 2,9 miliar pada 9 Oktober.&lt;br /&gt;"Kami juga mencatat adanya 24 kasus unjuk rasa anarkis dari 812 unjuk rasa. Yang paling menonjol adalah unjuk rasa di depan gedung DPR pada 3 Mei 2006 lalu.&lt;br /&gt;Soal kasus Alda, memang semuanya masih dalam taraf penyidikan dan penyelidikan aparat kepolisian. Tetapi, setidaknya kasus ini adalah kasus yang benar-benar tidak biasa, meskipun Alda terkenal oleh lagunya yang berjudul "Aku Tak Biasa".&lt;br /&gt;Tingginya angka kriminalitas di Jakarta, menurut Adang Firman, sedikit banyak ada kecenderungan naiknya partisipasi masyarakat. Warga Jakarta makin peduli terhadap keamanan. Karena itu, tak salah kalau orang nomor satu di jajaran Polda Metro Jaya ini menyampaikan penghargaan tertinggi kepada masyarakat.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Adang menambahkan, pihaknya terus bekerja sama dengan masyarakat untuk memberantas peredaran narkoba. "Sudah dibentuk pos-pos di wilayah yang rawan kejahatan narkoba agar masyarakat dapat melaporkan jika ada peredaran narkoba di daerah tersebut," katanya.&lt;br /&gt;Selain itu, tingginya tingkat kejahatan di Jakarta tidak bisa selamanya dipersalahkan kepada Polda Metro Jaya. Banyak juga program kerja korp berbaju cokelat muda ini mampu membuat masyarakat tersenyum.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, sikap tegas aparat kepolisian dalam menangani lalu lintas. Meski jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan, pada tahun 2005 terjadi sebanyak 4.156 kasus, tapi pada tahun 2006 naik menjadi 4.407 kasus atau mengalami peningkatan 6,03 persen, toh jumlah korban tewas turun 0,89 persen dan jumlah korban luka berat turun 1,24 persen.&lt;br /&gt;Kebijakan Kepala Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Djoko Susilo, yang mulai menerapkan lajur kiri khusus untuk pengendara sepeda motor, diharapkan juga bisa mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, terutama korban kecelakaan sepeda motor. Karena, dari 4.407 kasus kecelakaan lalu lintas, 3.000 di antaranya dialami sepeda motor.&lt;br /&gt;Sikap tegas yang ditunjukkan Kapolda Metro Jaya dalam hal lalu lintas ini, diakui atau tidak, bisa mengurangi sepeda motor sebagai algojo yang menjadi pembunuh warga kota nomor pertama.&lt;br /&gt;Ini mungkin bisa menggiring nama besar Polda Metro Jaya menjadi tidak populer di mata masyarakat. Apalagi keputusan ini berlawanan dengan keseharian yang selama ini dilakukan warga kota.&lt;br /&gt;Warga kota selama ini dininabobokkan dengan enaknya mengendarai sepeda motor di jalur kanan. Padahal, apa yang dilakukan jelas sangat berisiko terhadap keselamatan jiwa mereka sendiri. (Sadono Priyo)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-7169073466741195335?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/7169073466741195335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=7169073466741195335' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/7169073466741195335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/7169073466741195335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/rasa-aman-masih-barang-mahal-bagi-warga.html' title='RASA AMAN MASIH &quot;BARANG MAHAL&quot; BAGI WARGA DKI'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-2158366314040552109</id><published>2008-11-06T22:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-06T22:53:42.466-08:00</updated><title type='text'>IBU NEGARA INGINKAN PENDIDIKAN LALULINTAS MASUK KURIKULUM</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA-DONNEWS&lt;/strong&gt;:&lt;/span&gt; Banyaknya korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas merupakan cermin rendahnya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan disiplin berlalu-lintas. Karena itu perlu sejak dini ditanamkan disiplin lalu lintas kepada anak-anak.&lt;br /&gt;"Saya mengharapkan pendidikan lalu lintas bisa masuk dalam kurikulum pendidikan kita, agar anak-anak bisa belajar pentingnya pengetahuan dan disiplin lalu lintas," kata Ibu Negara Ani Yudhoyono pada peresmian Taman Lalu Lintas "Saka Bhayangkara" di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (24/4).&lt;br /&gt;Hadir dalam acara tersebut Ny Mufidah Jusuf Kalla, para istri menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Kapolri Jenderal Sutanto, Ketua Umum Bhayangkari Henny Sutanto, Kapolda Metro Jaya Irjen Adang Firman, dan sejumlah petinggi Polri.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Bu Ani (sapaan akrab Ibu Christiani Yudhoyono-Red) mengatakan, disiplin dan tertib lalu lintas merupakan cermin peradaban dalam upaya mencapai kemajuan. "Dengan menanamkan disiplin sejak dini, diharapkan anak-anak dapat memahami peraturan, bukan sekadar takut terhadap sanksi," katanya.&lt;br /&gt;Disiplin, lanjut Ibu Negara, bukan hanya milik pihak militer karena disiplin adalah suatu sikap untuk taat pada peraturan yang telah disepakati bersama. Taman lalu lintas dinilai merupakan sarana yang efektif untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan peratutan berlalu-lintas, sekaligus sarana bermain bagi anak-anak.&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu Ibu Negara menekankan bahwa keselamatan berlalu-lintas merupakan tanggung jawab bersama.&lt;br /&gt;Ketua Panitia Irjen Pol Fx Soenarno mengatakan, peresmian Taman Lalu Lintas "Saka Bhayangkara" merupakan investasi bagi masa depan, untuk menciptakan generasi mendatang yang lebih memahami disiplin dan tertib lalu lintas.&lt;br /&gt;"Membangun disiplin perlu proses panjang sehingga sudah selayaknya dibangun sejak masa kanak-kanak," katanya. Dia menambahkan, tingginya tingkat pelanggaran lalu lintas, salah satunya diakibatkan oleh kurangnya pemahaman warga akan peraturan lalu lintas.&lt;br /&gt;Miniatur&lt;br /&gt;Taman seluas 5 hektare ini memiliki 21 jalan dengan memakai nama-nama pahlawan, seperti Jalan Kartini, Dewi Sartika, dan Soekarno-Hatta. Ada juga miniatur Monas, Gedung DPR, Istana Negara, dan rumah-rumah ibadah. Untuk pembelajaran tata tertib dan disiplin berlalu-lintas, anak-anak akan diajak mengenal rambu-rambu lalu lintas di seluruh lokasi taman lalu lintas dengan mengendarai mobil mini yang dikemudikan petugas. (Sadono Priyo)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-2158366314040552109?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/2158366314040552109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=2158366314040552109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/2158366314040552109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/2158366314040552109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/ibu-negara-inginkan-pendidikan.html' title='IBU NEGARA INGINKAN PENDIDIKAN LALULINTAS MASUK KURIKULUM'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-417115340184549723</id><published>2008-11-06T22:50:00.000-08:00</published><updated>2008-11-06T22:51:55.364-08:00</updated><title type='text'>MEMBANGUN KOMUNITAS UNTUK MEMERANGI MASALAH SAMPAH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Permasalahan&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;sampah di Indonesia ibarat sebuah bom waktu. Seluruh tempat pembuangan akhir (TPA), baik di kota maupun di desa, sewaktu-waktu bisa meledak karena tak kuasa menampung kotoran yang kian hari terus menumpuk itu. Tragedi Leuwigajah pada 2005 yang menewaskan 147 orang, disusul kasus Bantar Gebang pada 2006 yang mengakibatkan 3 orang tewas, merupakan contoh bom waktu yang setiap saat bisa meledak di tiap TPA.&lt;br /&gt;"Kalau diibaratkan penyakit kanker, masalah sampah di negeri kita sudah mencapai stadium lima. Sangat kronis! Sulit disembuhkan kalau tidak ada kesadaran masyarakat dan political will pemerinah," kata Ir Sri Bebassari MSi dari Pusat Pengembangan Riset Sampah Indonesia di sela-sela Workshop tentang Sampah yang diadakan Sameko di Sheraton Media, Jakarta Pusat, baru-baru ini.&lt;br /&gt;Minimnya kesadaran masyarakat dan pemerintah karena belum ditinggalkannya paradigma lama, yaitu lebih suka membuang dan mengangkut sampah ke TPA. Meski cara open dumping ini tak lagi dibenarkan, faktanya kebanyakan masyarakat masih menyukainya. Atau, dengan kata lain, baik pemerintah maupun masyarakat, terkesan tidak mau repot.&lt;br /&gt;Sejak UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah diundangkan, paradigma seperti itu harus dihilangkan. Sampah tidak lagi dibuang, tapi harus dikelola.&lt;br /&gt;"Pemerintah wajib memfasilitasi masyarakat untuk mengelola sampah di wilayahnya masing-masing," kata Tri Bangun Laksana, Asisten Deputi pada Kementerian Negara Lingkungan Hidup yang juga salah seorang penggagas UU No 18 Tahun 2008.&lt;br /&gt;Konsekuensi terbitnya undang-undang ini adalah warga masyarakat wajib mengubah cara pandang mereka dari membuang sampah menjadi mengolah sampah. Pendekatan yang digunakan pun diubah, yaitu mengurangi sampah, menggunakan kembali, dan mendaur ulang atau dikenal dengan pola pendekatan 3R (reduce, reuse, dan recycle). Nama TPA sendiri masih dipakai, hanya saja kepanjangannya diubah menjadi "tempat pemrosesan akhir".&lt;br /&gt;Meski demikian, konsep 3R sebenarnya sudah dikembangkan sejak lama, jauh sebelum UU itu lahir. Dua komunitas masyarakat ini-yaitu Rumah Perubahan dan Kembang Mawar-mungkin bisa dijadikan contoh bagaimana masyarakat setempat bisa mengelola sampah yang tidak hanya menghasilkan keuntungan, tapi juga bisa membuat daerah sampah menjadi daya tarik untuk dikunjungi.&lt;br /&gt;Barang Berguna&lt;br /&gt;Rumah Perubahan yang berlokasi di Jati Murni, Pondok Gede, Bekasi, merupakan komunitas yang diprakarsai Rhenald Kasali dan Hidayat. Kedua tokoh ini berjuang keras menyosialisasikan pengolahan sampah sehingga masyarakat di setempat sadar untuk memanfaatkan sampah menjadi barang berguna.&lt;br /&gt;Rhenald yang juga pakar pemasaran dari Universitas Indonesia itu membangun komunitas dengan pendekatan menghidupkan ekonomi rakyat. Pakar marketing yang pernah menimba ilmu di negeri Paman Sam itu melihat masalah sampah di Jati Murni bisa membahayakan. Padahal, di negara maju sampah bisa menghasilkan uang. Itulah yang ingin ditiru.&lt;br /&gt;Rhenald dan Hidayat pun sejak dua tahun lalu melakukan pendekatan kepada masyarakat. Awalnya ajakan keduanya dicurigai oleh masyarakat. Tapi berkat kerja keras, masyarakat percaya dengan iktikad baiknya. Istri Rhenald yang ketua posyandu makin mempercepat pengembangan Rumah Perubahan itu.&lt;br /&gt;Masyarakat Jati Murni diajak untuk bersih lingkungan dengan menyediakan tong-tong sampah. Tujuannya hanya satu, sampah itu bisa dikumpulkan dengan mudah.&lt;br /&gt;"Pengalaman memang tidak pernah ada di bangku sekolah. Kalau sampah diambil dari bak sampah yang terbuat dari semen, kita membutuhkan waktu enam menit per bak sampah. Di sinilah pengalaman membuktikan, kita hanya butuh lima menit untuk mengangkut sampah dari 10 tong sampah dari 10 rumah warga," kata Rhenald.&lt;br /&gt;Dari sampah itulah pemilahan dilakukan dengan teknologi sederhana. Sebagian sampah organik dijadikan pupuk kompos, sebagian lagi dipadatkan dalam bentuk batangan kecil menjadi briket, mirip briket batu bara. Keuntungan pun bisa diraih warga karena briket ini lebih murah dibandingkan dengan minyak tanah. Ke depan, briket bisa dijual seharga Rp 5.000 per bungkus (isi 5 kilogram).&lt;br /&gt;Sementara itu, sampah non-organik dikeringkan. Kemudian dipadatkan dalam ukuran tertentu untuk dijadikan biomassa. Lumayan juga, biomassa ini sudah memiliki pasar tersendiri, yaitu pabrik semen untuk bahan bakar. Permintaannya sudah mencapai 300 ton per bulan.&lt;br /&gt;Tentu tidak semua orang mau memakai pupuk kompos. Karena itulah, pupuk kompos digunakan untuk menyuburkan tanaman hias dan sayur-mayur. Konsep pemasaran menjadi kebutuhan sehingga kelak perkampungan di Rumah Perubahan akan dilengkapi menjadi pasar hasil pertanian (farmer's market).&lt;br /&gt;Kini konsep menghidupkan ekonomi rakyat Rhenald diperluas dengan menciptakan kawasan wisata alam. Di dekat tempat pemasaran sayur-mayur, lahan yang semula semak belukar disulap menjadi lahan wisata alam. Tren wisata alam terbuka berbentuk outbound menjadi salah satu yang dibidik kaum muda. Tempat di situ juga dilengkapi sarana olahraga untuk menguji adrenalin flying fox.&lt;br /&gt;"Impian saya memang menjadikan tempat ini dimanfaatkan untuk wisata, seperti lintas alam, memancing, menanam padi, menangkap ikan," kata Rhenald, yang mengaku banyak anggota karang taruna membantu kegiatannya.&lt;br /&gt;Ini tak berbeda jauh dengan komunitas Kembang Mawar atau Kebersamaan Membangun Masyarakat Warakas. Komunitas peduli lingkungan di Kelurahan Warakas itu bisa menyulap Warakas yang gersang menjadi ijo royo-royo. Kelurahan ini pun sering menyandang juara dan berulang kali memperoleh penghargaan.&lt;br /&gt;Tak ada yang mengira Warakas yang dulu kumuh dan penduduknya padat itu kini menjadi daerah tujuan orang untuk belajar soal mengelola sampah. Penduduk yang padat menghasilkan sampah yang banyak pula. Itulah karenanya Kembang Mawar melatih warganya untuk memilah-milah sampah (organik, non-organik, dan limbah) dan menjadikannya barang berguna.&lt;br /&gt;"Kepadatan penduduk bukan dijadikan alasan untuk sulit mengatur warga," kata Eko Suratmo (60), Ketua RW 11, penuh optimistis. Berkat tangan dinginnya, masing-masing RW di Warakas punya lokasi pengelolaan sampah lengkap dengan mesin pengelolaannya. Eko Suratmo pun dijuluki sebagai Bapak Sampah karena kepeduliannya terhadap masalah sampah. (Sadono Priyo) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-417115340184549723?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/417115340184549723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=417115340184549723' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/417115340184549723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/417115340184549723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/membangun-komunitas-untuk-memerangi.html' title='MEMBANGUN KOMUNITAS UNTUK MEMERANGI MASALAH SAMPAH'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-2550471415650123758</id><published>2008-11-05T04:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T04:15:04.202-08:00</updated><title type='text'>HATI-HATI, AKSI PEMBIUSAN KEMBALI MARAK</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;JAKARTA-DONNEWS: Modus kejahatan dengan menggunakan obat bius selalu mengancam pemudik. Pelaku kejahatan, baik perorangan maupun kelompok, mengincar pemudik dengan berupura-pura menawarkan minuman atau makanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kalau tidak hati-hati, harta benda korban bisa raib. Bahkan tak jarang nyawa korban melayang karena begitu kerasnya dosis obat bius yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sabtu pekan lalu, korban pembiusan menimpa Sugiharto. Pemudik yang menggunakan KA Kertajaya itu ditemukan dalam kondisi terhuyung-huyung di Stasiun Tawang, Semarang. Dia seperti orang linglung karena tidak dapat mengingat apa yang baru dialaminya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Dalam pengaduan di Posko Mudik Stasiun Tawang, Sugiharto menceritakan awalnya ia hendak pulang mudik dari Jakarta tujuan Surabaya. Ia ditawari makanan oleh orang yang baru dikenalnya di atas kereta. Setelah itu ia tak ingat lagi yang dia alami. Tahu-tahu ia diturunkan di Semarang, dengan seluruh uang dan oleh-oleh mudik raib dibawa kabur pelaku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Nasib serupa dialami Dedi (25). Warga Bekasi, Jawa Barat, itu ditemukan pingsan di sebuah bus di Terminal Merak, Cilegon, Banten. Saat itu Dedi hendak mudik ke Palembang, Sumatera Selatan. Diduga pemuda berusia 25 tahun itu juga menjadi korban pembiusan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Dedi akhirnya dibawa ke sebuah klinik tak jauh dari terminal. Hampir empat jam ia tidak juga sadarkan diri. Menurut Hasan Basri, kondektur bus yang menemukan korban, tas dan barang bawaan Dedi masih utuh. Namun, tak sepeser pun uang tersisa di dompet dan saku celananya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kasus serupa juga menimpa Hasanudin. Sopir kendaraan sewaan itu awalnya hendak mengantarkan dua pria yang menyewa kendaraannya untuk mudik ke Serang, Banten. Dalam perjalanan dia dibius dan baru sadarkan diri setelah ditemukan di emperan toko dengan hanya mengenakan celana dalam. Ternyata, dua penumpang gadungan itu melucuti seluruh barang bawaan Hasanudin dan membawa kabur mobilnya. Kasusnya kini ditangani Polsek Bekasi Timur. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Korban Tewas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kasus pembiusan bahkan pernah merenggut korban jiwa. Korbannya seorang lelaki tanpa identitas berusia sekitar 50 tahun. Korban akhirnya meninggal dunia beberapa saat setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Petugas RSUD Bekasi, Abdul Rohim, di Bekasi, Selasa, mengatakan, menurut petugas medis rumah sakit tersebut, korban diduga dibius dalam angkutan umum. Setelah tak sadarkan diri, laki-laki itu dilempar ke tanah kosong di Jalan A Yani tak jauh dari SPBU. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Korban ditemukan oleh tukang ojek yang tidak mau disebutkan namanya sekitar pukul 02.30 WIB, kemudian melapor ke Bripka Agus dari Polsek Bekasi Barat dan selanjutnya dibawa ke RSUD Bekasi. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di rumah sakit tersebut, korban pembiusan sempat dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD), tetapi akhirnya mengembuskan napas terakhir. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnaen mengatakan, polisi sering menangani kasus pembiusan dan sudah banyak yang ditangkap. Pelaku biasanya mengincar penumpang angkutan umum yang sendirian. "Modusnya, calon korban diajak mengobrol. Bahkan tak jarang pelaku membantu menaikkan barang penumpang ke mobil atau menolong yang lain," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ia mengingatkan, agar tidak menjadi korban pembiusan, penumpang angkutan umum diminta untuk tidak lengah. Penumpang juga agar tidak membawa barang berharga secara berlebihan. "Kalau ada yang menawarkan makanan atau mimuman, sebaiknya ditolak," kata Zulkarnaen. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ia menegaskan polisi akan memburu pelaku pembiusan dan menindak sesuai dengan ketentuan hukum. (don)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-2550471415650123758?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/2550471415650123758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=2550471415650123758' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/2550471415650123758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/2550471415650123758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/hati-hati-aksi-pembiusan-kembali-marak.html' title='HATI-HATI, AKSI PEMBIUSAN KEMBALI MARAK'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-5151761584816990921</id><published>2008-11-05T04:06:00.001-08:00</published><updated>2008-11-05T04:08:11.455-08:00</updated><title type='text'>CALEG HARUS WASPADAI AKSI KRIMINAL</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;PARA calon anggota legislatif (caleg) tampaknya harus waspada terhadap gangguan keamanan yang bisa menimpa mereka. Calon wakil rakyat yang akan bersaing pada Pemilu 2009 belakangan rawan aksi kriminal, seperti pencurian dokumen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Setidaknya, dua caleg telah mengalami gangguan tindakan kejahatan. Diduga, ada yang tidak puas dengan pencalegan yang disusun pengurus partai. Polisi diminta mengusut sejumlah kasus tindak kejahatan itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kasus pencurian dokumen daftar calon anggota legislatif menimpa Eko Kunthadi. Mobil Toyota Vios B 1725 JP milik caleg DPRD DKI asal Partai Bintang Reformasi (PBR) itu dibobol maling pada Selasa (19/8) pekan lalu pukul 15.00 WIB, di Jalan Tebet Timur VII E, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Pelaku memecah kaca belakang samping mobil korban dan mengambil tas berisi surat-surat penting. Surat yang dimaksud, kata Eko, merupakan dokumen-dokumen pencalegan. Modus operandinya, setelah memecah kaca belakang, pelaku mengambil tas yang berisi dokumen pencalegan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Eko menduga pencuri sudah memahami kondisi mobil, mengingat sewaktu kaca dipecah sirene tidak berbunyi. "Pencurinya tahu kalau yang dihantam bodi, sirene akan bunyi. Tapi kalau kaca, tidak," kata Qodri, sopir korban.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Lokasi pencurian di halaman rumah Eko Kunthadi sendiri. Saat itu ia bermaksud mengambil barang yang tertinggal di rumah. Kasusnya kini ditangani Polsek Tebet.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kasus serupa menimpa mobil salah satu caleg DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang diparkir di halaman Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pekan lalu. Pencuri menggasak laptop yang berisi data-data penting, termasuk data pencalegan DPD PKS DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kasus pencurian lainnya terjadi di halaman parkir kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Rabu (19/8) lalu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Tapi, kali ini nasib nahas dialami oleh kru wartawan Metro TV yang tengah mengadakan wawancara dengan pengurus Partai Demokrat. Rabu (19/8) lalu sekitar pukul 21.50, Erika dan juru kamera Suryadi tengah mengadakan wawancara dengan M Jafar, Ketua Tim Penyaringan Caleg Partai Demokrat, di kantor DPP Jalan Pemuda, Jaktim.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Saat kembali, ketiganya kaget melihat kaca kanan bagian belakang Isuzu Panther putih B 8612 KW pecah. Telepon genggam dan dompet berisi kartu identitas, ATM, dan uang ratusan ribu raib digasak pencuri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ketut Untung Yoga Ana mengatakan, pihaknya belum menerima laporan mendetail ihwal kasus pencurian maupun tindak kejahatan yang dialami caleg atau orang yang terkait dengan caleg itu. "Kita belum melihat korelasinya. Bisa saja kasusnya karena murni kriminal," katanya menanggapi tindak kejahatan yang dialami caleg.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Di tempat terpisah, Kasat Jatanras Polda AKBP Fadhil Imran mengatakan, jajarannya aktif melakukan razia kejahatan dalam menyongsong bulan Ramadhan. Sedikitnya 28 orang diringkus dalam 10 hari terakhir. "Kebanyakan memang terlibat kasus pencurian, seperti pencurian mobil, rumah kosong, dan street crime," katanya. (don)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-5151761584816990921?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/5151761584816990921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=5151761584816990921' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/5151761584816990921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/5151761584816990921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/caleg-harus-waspadai-aksi-kriminal.html' title='CALEG HARUS WASPADAI AKSI KRIMINAL'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-8045131675351126103</id><published>2008-11-05T04:03:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T04:06:38.179-08:00</updated><title type='text'>PURA-PURA KIRIM PARCEL, GASAK RP 5 MILIAR</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;SURABAYA-DONNEWS: Perampokan dengan modus berpura-pura mengirim parsel kembali terjadi di Surabaya, Minggu (17/8), dengan korban seorang pengusaha swalayan di Jalan Embong Gayam 5. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha yang menjadi korban perampokan itu, Hari Pratikno, kepada polisi mengaku menderita kerugian sekitar Rp 5 miliar, berupa perhiasan permata dan uang dolar AS. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hari, kawanan perampok berjumlah empat orang. Aksi mereka diawali dengan sikap berpura-pura sebagai pengantar bingkisan (parsel) dari teman korban. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan Antara, setelah diterima pemilik rumah dan dipersilakan masuk ke dalam rumah, kawanan perampok tiba-tiba menyekap para penghuni yang tak berdaya karena tidak menyangka akan menghadapi peristiwa itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penghuni rumah sebanyak tujuh orang, termasuk Hari Pratikno, terlihat shock ketika satu di antara pelaku itu menodongkan pistol jenis revolver sambil meminta para penghuni menuruti kemauan perampok. Hari dan keluarganya sama sekali tidak berani memberikan perlawanan. Mereka pasrah saat para penjahat itu menguras harta benda di rumah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seusai menjarah barang-barang berharga milik korban, para pelaku cepat-cepat meninggalkan rumah dengan mengendarai mobil Suzuki APV.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Modus yang sama pernah terjadi dan dialami keluarga almarhum Prasetyo, mantan Ketua Pengurus Persatuan Olahraga Tenis (Pelti) Jawa Timur, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika itu, keluarga Prasetyo di Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, sedang menunggu jenazah Prasetyo yang meninggal di Australia. Bukannya jasad korban yang tiba, melainkan kawanan perampok dengan dalih mengantarkan karangan bunga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para perampok tidak peduli dengan suasana dukacita yang sedang menimpa keluarga korban. Mereka menggasak semua harta benda yang bisa dikuras. (don)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-8045131675351126103?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/8045131675351126103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=8045131675351126103' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/8045131675351126103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/8045131675351126103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/pura-pura-kirim-parcel-gasak-rp-5.html' title='PURA-PURA KIRIM PARCEL, GASAK RP 5 MILIAR'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-6165648842703827107</id><published>2008-11-05T03:54:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T03:56:28.847-08:00</updated><title type='text'>JANDA DITIPU PARANORMAL</title><content type='html'>&lt;span style="color:#333300;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA-DONNEWS: Praktik penipuan berkedok paranormal menimpa Eka Setyowati. Korban yang sehari-hari sebagai pengusaha bengkel mobil ini terpaksa merelakan uangnya sebesar Rp 21 miliar ditilap pelaku. Kasusnya kini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peristiwanya bermula pada awal 2003, ketika korban dikenalkan oleh temannya dengan seorang wanita bernama Juriah yang mengaku sebagai paranormal. "Saat itu dia (tersangka) memberi saTa kartu nama," kata Eka di Polda Metro Jaya, Rabu (8/10) siang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekitar enam bulan kemudian Eka memutuskan untuk menghubungi Juriah dengan maksud meminta pertolongan untuk menyelesaikan masalah di bengkel mobilnya. "Saya telepon dia, kemudian dia datang ke bengkel saya di kawasan Bintaro," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mendengar keluhan korban, tersangka menyatakan sanggup untuk menyelesaikannya. Dengan syarat, korban harus mengikuti saran-sarannya. "Saya harus diruwat dan melakukan ritus antara lain di Pelabuhan Ratu," kata Eka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak hanya itu, korban juga diwajibkan membeli minyak yang harganya Rp 110 juta, agar apa yang diinginkannya terkabulkan. "Saya membeli minyak itu tidak hanya sekali," ucapnya menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Agar korban tidak curiga, tersangka mengiming-imingi bahwa uang yang sudah dikeluarkan akan kembali dalam jumlah yang lebih besar. "Dia mengaku punya harta karun," katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meski uang korban sudah habis untuk membiayai kebutuhan ritus, tersangka yang berdomisili di Jalan Nurul Fajri, RT 003/ RW 03 Kelurahan Pondok Kacang, Pondok Aren, Tangerang, tidak puas. Korban dipaksa untuk mencari pinjaman uang, baik kepada suami maupun anaknya atau kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun, Karena tak ingin gagal, korban menurutinya sehingga bengkel, rumah, dan mobilnya dijadikan jaminan untuk mendapatkan pinjaman. "Saya pikir uangnya nanti akan kembali," katanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena tidak mampu membayar, akhirnya harta benda korban disita dan terpaksa angkat kaki dari rumahnya di kawasan Bintaro. Selanjutnya ia mengontrak di Kompleks Delatinos, Blok D I No 11, Kompleks BSD, Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah lama menanti, tetapi ternyata hasil yang dijanjikan tak kunjung terealisasi, korban mulai curiga. Kekhawatirannya itu bertambah kuat begitu mendengar penuturan Roby, kekasih gelap tersangka. "Roby bilang, apa yang dilakukan kekasihnya itu bohong," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masalah yang dihadapinya bertambah pelik ketika pada akhir 2007 suaminya, Chris, menyodorkan surat kepada dirinya yang isinya mengancam akan menceraikannya jika sampai batas yang ditentukan uangnya tidak dikembalikan oleh Juriah. "Sekarang saya menjanda," katanya dengan nada lemas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akhirnya pada Sabtu (6/9) malam, Eka mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan tersangka. Kasus ini terdaftar dengan nomor LP/2269/ K/IX/2008/SPK Unit III. (don)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-6165648842703827107?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/6165648842703827107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=6165648842703827107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/6165648842703827107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/6165648842703827107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/janda-ditipu-paranormal.html' title='JANDA DITIPU PARANORMAL'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-7110604208544311811</id><published>2008-11-05T03:51:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T03:54:52.056-08:00</updated><title type='text'>KORBAN MUTILASI SERING MENGANIAYA PELAKU</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z9ExZTVFyTE/SRGJdIHAlOI/AAAAAAAAAAc/-1zOxiJjQyc/s1600-h/cops.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265140572858914018" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 104px; CURSOR: hand; HEIGHT: 149px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z9ExZTVFyTE/SRGJdIHAlOI/AAAAAAAAAAc/-1zOxiJjQyc/s320/cops.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;JAKARTA-DONNEWS: Kehidupan Sriyati, tersangka kasus mutilasi yang potongan mayatnya ditemukan dalam bus Mayasari Bakti, yang menderita dan sering disia-siakan suami, diduga mendorong wanita itu nekad menghabisi Hendra. Tak jarang wanita asal Dusun Kupen, Pringsurat, Temanggung, itu menjadi pelampiasan kemarahan suaminya yang tergolong tempramental dan ringan tangan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal itu diungkapkan pengacara Yati, Hoposan Hutagalung, di Mapolda Metro Jaya, saat mendampingi kliennya menjalani tes kejiwaan di Mapolda, Rabu (29/10). "Situasi kejiwaan klien saya sangat tertekan. Sebelum melakukan aksinya itu Yati mendapatkan perlakuan kekerasan dari korban secara beruntun," kata Hoposan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Korban pernah menyulutkan rokok di paha dan dada, memukul pipi, bahkan hendak membakar korban dengan menyiramkan minyak tanah. Hendra merantau ke Jakarta sebagai sopir angkot jurusan Kalideres-Kota Bumi, Tangerang. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sriyati merupakan istri keempat yang dinikahi Hendra. Sebelumnya, laki-laki asal Pekanbaru, Riau, itu pernah menikahi Silvina, Mega, dan Dewi. Namun Silvina dan Mega sudah diceraikan. Sedangkan Dewi tinggal di Lampung bersama bayi laki-laki buah pernikahan dengan Hendra. Dewi yang membawa bayinya sempat mendatangi rumah Hendra dan Yati di Tangerang, ketika polisi melakukan olah tempat kejadian.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sehari-hari Yati dan Hendra tinggal di rumah petak di Kampung Teriti RT 04 RW04 Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Tangerang. Rumah itu mereka tempati sejak 2007 dengan membayar Rp 175 ribu per bulan. Untuk mencukupi kebutuhan, Yati bekerja serabutan, seperti menjadi buruh cuci dari rumah ke rumah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hoposan mengatakan, selama penyidikan kliennya mendapatkan perlakuan baik, bahkan tak ada pemaksaan atau pun upaya memengaruhi oleh penyidik. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meski Hoposan mengatakan Yati saat ini tertekan, psikiater Polri, Untung Laksono, mengatakan kondisi kesehatan Yati sehat-sehat saja. Tersangka mampu berbicara dengan kesadaran penuh selama menjalani tes kejiwaan, termasuk dalam memberikan penjelasan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Data-data yang telah kita dapatkan akan dipelajari dan dalam waktu lima hari hasilnya akan kami sampaikan ke penyidik," kata Untung usai memeriksa tersangka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Satuan Kejahatan dengan Kekerasan Polda Metro Jaya AKBP M Fadhil Imran mengatakan, penyidik akan menunggu hasil tes kejiwaan untuk mengetahui ada tidaknya gangguan jiwa pada diri tersangka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan potongan tubuh yang belum ditemukan, Fadhil meminta masyarakat untuk menginformasikan kepada polisi jika menemukannya. Potongan kepala dan dada korban hingga kini belum ditemukan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mengenai tes DNA, masih harus menunggu pemeriksaan dari Mabes Polri. "Hasil tes DNA belum ada, polisi belum bisa menyimpulkan Mr X ini siapa. Kita akan buktikan hasil DNA-nya beberapa hari lagi," kata Fadil yang sebentar lagi dipromosikan menjadi Kapolres KP3 Tanjung Priok ini. (don)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-7110604208544311811?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/7110604208544311811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=7110604208544311811' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/7110604208544311811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/7110604208544311811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/korban-mutilasi-sering-menganiaya.html' title='KORBAN MUTILASI SERING MENGANIAYA PELAKU'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z9ExZTVFyTE/SRGJdIHAlOI/AAAAAAAAAAc/-1zOxiJjQyc/s72-c/cops.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-8385635864715877989</id><published>2008-11-05T03:30:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T03:35:37.189-08:00</updated><title type='text'>PELAYANAN SAMSAT DAN SATPAS MAKIN PRIMA</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z9ExZTVFyTE/SRGE6bpsvII/AAAAAAAAAAM/aASxU5Y-jS0/s1600-h/polantas.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265135578762755202" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 182px; CURSOR: hand; HEIGHT: 191px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z9ExZTVFyTE/SRGE6bpsvII/AAAAAAAAAAM/aASxU5Y-jS0/s320/polantas.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;JAKARTA-DONNEWS: Hari pertama Operasi Citra Pelayanan Polantas (CPP) diwarnai dengan penangkapan terhadap 16 orang calo yang mengaku sebagai wartawan. Mereka terpaksa diamankan karena keberadaannya mengganggu pelayanan di bagian registrasi dan identifikasi kendaraan yang mengharuskan zero complain (tidak ada keluhan). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Semua bentuk percaloan kita tindak tegas, tidak peduli siapa mereka, apakah oknum petugas, oknum wartawan, maupun orang yang mengaku-ngaku bisa mengurus surat-surat. Saya harap gebrakan ini tidak hanya berlangsung saat operasi, tapi juga seterusnya," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman saat mengadakan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah kantor Satuan Administrasi Satu Atap (Samsat) dan Satuan Pelayanan Administrasi (Satpas) SIM Polda Metro Jaya, Senin (3/11).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Modus para calo yang berlagak wartawan itu menawarkan jasa kepada pemohon yang hendak mengurus pajak kendaraan atau SIM. Sasaran mereka biasanya pemohon yang bingung atau tidak mau repot. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Operasi CPP yang digelar dari 3 sampai 13 November 2008 di seluruh kantor satpas dan samsat pada jajaran Polda Metro Jaya ini tidak hanya mengedepankan pelayanan prima Kepolisian Lalu Lintas, tapi juga penertiban terhadap praktik-praktik percaloan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan berbeda terlihat pada kantor samsat dan satpas. Petugas provos berdiri di setiap tempat strategis. Saat masuk ruang pelayanan, pengunjung akan menjumpai Polwan berpakaian sipil mengenakan selempang bertuliskan pemandu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seluruh petugas pelayanan publik mengenakan atribut khusus dan bersikap ramah. Di setiap loket disediakan tombol elektronik berisi tiga pilihan, yakni sangat puas, puas, dan tidak puas, di mana tombol itu wajib ditekan pengunjung seusai dilayani petugas. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu Kapolda yang didampingi Dirlantas Polda Kombes Pol Condro Kirono dan Kasi BPKB Komisaris Sambodo meninjau loket-loket pelayanan bea balik nama (BBN), STNK, dan pelayanan BPKB. Kapolda juga menanyakan langsung kepada masyarakat yang hendak mengurus surat-surat kendaraannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Apa ada oknum petugas yang meminta punggutan biaya di luar dari kewajaran," tanya Kapolda kepada seorang wajib pajak. Yang ditanya tersenyum dan mengatakan, "Tidak." &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh Kapolda menegaskan, operasi ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan masyarakat. "Beri tahu kepada kami kalau ada anggota yang nakal," katanya menegaskan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang sama, Kombes Pol Condro Kirono menjelaskan, sasaran perbaikan meliputi pelayanan STNK, SIM, BPKB, tilang, dan penanganan kecelakaan lalu lintas. "Hal ini dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Polantas," kata mantan Dirlantas Polda Jatim itu. (don)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-8385635864715877989?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/8385635864715877989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=8385635864715877989' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/8385635864715877989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/8385635864715877989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/pelayanan-samsat-dan-satpas-makin-prima.html' title='PELAYANAN SAMSAT DAN SATPAS MAKIN PRIMA'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z9ExZTVFyTE/SRGE6bpsvII/AAAAAAAAAAM/aASxU5Y-jS0/s72-c/polantas.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-9025787587499195687</id><published>2008-11-05T03:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T03:27:20.790-08:00</updated><title type='text'>POLISI YANG JADI BEKING PREMAN AKAN DIDOR</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;JAKARTA-DONNEWS: Polisi tembak polisi. Ini tidak ditabukan Mabes Polri dalam memerangi aksi premanisme yang kini semakin berani, bahkan terkesan "mengejek" kepolisian. Polisi yang bakal ditembak adalah polisi bermasalah, misalnya menjadi beking preman atau beking aksi kejahatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian ditegaskan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Irjen Pol Susno Duaji di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (4/11).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, Mabes Polri akan menindak tegas aparat dan kelompok atau organisasi masyarakat yang terlibat tindakan premanisme dan meresahkan masyarakat. Bahkan, bila ditemukan ada oknum anggota polisi yang melindungi dan membekingi, akan ditembak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Polisi, kata dia, tidak pandang bulu dalam menindak kejahatan premanisme yang meresahkan masyarakat, yang dilakukan secara halus, apalagi yang dilakukan secara terang-terangan, baik yang dilakukan oleh oknum polisi, oknum TNI, maupun yang berdasi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak peduli. Kalau ada anggota yang membekingi atau menghalangi penangkapan terhadap pelaku kejahatan, kita tindak, kita dor, karena anggota itu sama saja mbah-nya preman," ujar Susno Duaji.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Susno juga menegaskan, polisi tidak akan kompromi dengan kelompok atau organisasi masyarakat yang meresahkan masyarakat. "Jadi murni yang kita tindak adalah manusianya," katanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Operasi kejahatan premanisme atau kejahatan jalanan ini akan digalakkan di kota-kota besar, utamanya di lima polda, yakni Jawa Tengah, Sumatera Utara, Jawa Timur, DIY, dan Metro. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kabareskrim juga meminta masyarakat pro-aktif untuk melaporkan tindakan premanisme, tanpa harus menyebut nama. "Kalau laporannya tidak ditindaklanjuti, baik oleh kapolres maupun kapolda, dan premanisme masih berlangsung, laporkan ke Kabareskrim di nomor 08159771977," katanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Susno juga meminta kalangan pers mengungkap praktik-praktik premanisme yang meresahkan masyarakat. Bahkan bila perlu ditulis secara besar-besaran. "Kalau ada yang marah, polres, misalnya, lapor ke Kabareskrim, berarti polres atau serse ada kerja sama dengan preman," katanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung dan menyukseskan program perang melawan premanisme, Mabes Polri menyediakan 19 call center atau pusat pengaduan masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ke-19 call center tersebut meliputi: 1. Polda Jawa Timur di 08121030086; 2. Polda Daerah Istimewa Yogyakarta di 08123876159; 3. Kapolwiltabes Semarang, Jawa Tengah, di 08127107771; 4. Kapolwiltabes Surabaya, Jawa Timur, di 0811611980; 5. Kapoltabes Daerah Istimewa Yogyakarta di 08157741415; 6. Kapoltabes Medan, Sumatra Utara, di 081264920007; 7. Kapolres Jakarta Pusat di 0811902355; 8. Kapolres Jakarta Selatan di 08121118686; 9. Kapolres Jakarta Timur di 08122212212; 10. Kapolres Jakarta Barat di 081311197777; 11. Kapolres Jakarta Utara di 0811844321; 12. Kapolres Kota Bekasi di 08170 868686; 13. Kapolres KPPP Bandara Soekarno Hatta di 0811857170; 14. Kapolres Depok di 08123539065; 15. Kapolres Kabupaten Bekasi di 08121238989; 16. Kapolres Kabupaten Tangerang di 02193778989; 17. Kapolres Kota Tangerang di 081511118778; 18. Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok di 0811891213; dan 19. Kapolres Kepulauan Seribu di 0818617171.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk laporan keterlibatan atau pelanggaran pihak kepolisian, Mabes Polri menyediakan call center di Kabareskrim di 08159771977 dan Direktorat I Bareskrim Polri di 0217218041. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pada hari kedua Operasi Citra Pelayanan Polantas (CPP), Provost menangkap 83 calo di unit-unit pelayanan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Kepala Subbid Provost Polda Metro Jaya AKBP Bonar Marpaung di Jakarta, Selasa (4/11), mengatakan, pada hari pertama operasi, Senin (3/11), pihaknya menangkap 26 calo, yang 16 di antaranya mengaku sebagai wartawan. "Hari ini ditangkap lagi 57 calo," katanya. (don)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-9025787587499195687?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/9025787587499195687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=9025787587499195687' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/9025787587499195687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/9025787587499195687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/polisi-yang-jadi-beking-preman-akan.html' title='POLISI YANG JADI BEKING PREMAN AKAN DIDOR'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-4142389640579859262</id><published>2008-11-05T03:19:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T03:23:29.152-08:00</updated><title type='text'>PENYEBAR TEROR BUNUH SBY-JK TERUS DIBURU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;JAKARTA-DONNEWS: Teror berupa ancaman pembunuhan merebak terkait eksekusi tiga terpidana mati kasus bom Bali yakni Amrozi, Ali Ghufron alias Muklas dan Imam Samudra. Tidak tanggung-tanggung, ancaman itu ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla (SBY-JK), Jaksa Agung Hendarman Supandji, dan sejumlah pejabat pemerintah lainnya serta tokoh masyarakat. Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Australia serta pusat perbelanjaan Blok M Kebayoran Baru di Jakarta juga tak luput diteror ancaman ledakan bom.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ancaman pembunuhan terhadap SBY-JK muncul melalui internet. Hal tersebut membuat pihak kepolisian makin meningkatkan kesiagaannya. Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Irjen Pol Susno Duadji mengatakan, beredarnya ancaman yang dikirim melalui situs &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.foznawarabbikakbah.com/"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;www.foznawarabbikakbah.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;. itu tidak bisa dianggap remeh. Karenanya, Mabes Polri segera menyelidiki pembuat situs yang dituduh telah membuat teror tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Selain Presiden, Wakil Presiden dan Jaksa Agung, nama lain yang menjadi target ancaman itu antara lain Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalata, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejakgung Abdul Hakim Ritonga, dan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi. Seluruh hakim dan jaksa yang terlibat dalam eksekusi mati tiga terpidana mati itu juga jadi sasaran ancaman pembunuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"Situs itu isinya sudah kami buka. Langkah selanjutnya kami akan menyelidiki siapa pembuat situs, dan apa motivasi mereka," kata Susno, di Mabes Polri, Selasa (4/10). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Menurut Susno, motivasi si pembuat ancaman tersebut bisa bermacam-macam, termasuk hanya untuk mencari sensasi. Namun, tidak menutup kemungkinan pembuat ancaman merupakan kelompok yang memang bertujuan untuk menyebarkan teror. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"Muatan dalam situs internet itu ada hal yang serius dan bercanda, itu biasa. Tapi kalau yang sifatnya ancaman itu bukan biasa," ujar Susno. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kendati demikian, Susno belum bersedia memublikasikan hasil pemeriksaan polisi soal situs ancaman itu. "Jangan dulu. Nanti kalau sudah diketahui repot jadinya," katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ancaman melalui &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.foznawarabbilkakbah.com/"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;www.foznawarabbilkakbah.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; itu dimuat dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Arab, dan Inggris. Pengancam antara lain menyerukan perang dan mengajak kaum mukminin dan khususnya kaum mujahidin melakukan pembunuhan terhadap sejumlah individu yang terlibat dalam eksekusi Amrozi dan kawan-kawan (dkk).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sementara itu tentang ancaman bom, informasi yang dihimpun Suara Karya menyebutkan, ancaman terhadap Kedubes AS dan Australia dikirim melalui SMS ke nomor HP 1717, sekitar pukul 06.30 WIB. Satu tim Gegana Polda Metro Jaya segera bergerak menyisir Kedubes AS di Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Penyisiran selesai pukul 09.00 WIB dan situasi aman-aman saja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Hal serupa juga dilakukan tim Gegana di Kedubes Australia, Jl HR Rasuna Said. Meski ancaman tidak terbukti, Polda menambah personelnya untuk mengamankan dua objek vital tersebut. "Penambahan personel sesuai perintah pimpinan dan hal ini sesuai protap (prosedur tetap)," kata AKP Suliyanto, Ketua Tim Gegana Polda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Pada Senin malam, tim Gegana juga menyisir kawasan Blok M, Jakarta Selatan, menyusul isu adanya bom di pusat perbelanjaan dan terminal yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat. "Pelaku teror di ketiga tempat ini, orang yang sama serta menggunakan nomor ponsel yang sama," kata Kasubbid Humas Polda AKBP H Mahbub kepada wartawan di Mapolda, kemarin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ia menambahkan, pihaknya kini tengah memburu pelaku teror melalui pesan pendek (SMS) di telepon seluler yang nomornya sudah diketahui. "Kita berkerja sama dengan pihak operator nomor telepon seluler untuk melacak pemilik nomor tersebut," kata Mahbub. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Selain melakukan pelacakan terhadap nomor pelaku, kepolisian juga akan melakukan penjagaan lebih ketat terhadap objek-objek vital, khususnya kedutaan-kedutaan besar di Jakarta. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Di Istana, juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng mengatakan, Istana tidak main-main dengan ancaman ini. "Ini merupakan bentuk teror terhadap pejabat negara. Di negara-negara di seluruh dunia ancaman-ancaman seperti itu adalah melanggar UU. Pada dasarnya adalah teror, karena itu kita serius menyikapi," ujar Andi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Aparat negara, kata Andi, melalui kepolisian, Badan Intelijen Negara (BIN), dan pihak terkait segera mengambil langkah tepat untuk menindaklanjuti ancaman terhadap SBY dan pejabat tinggi negara tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Menurut Andi, eksekusi terhadap Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Ghufron alias Muklas merupakan keputusan hukum berkekuatan tetap yang harus dilaksanakan. "Eksekusi itu kan urusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap dan kita jalankan keputusan itu," ujarnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Membuat dan menyebarkan situs ancaman pembunuhan terhadap Presiden, menurut Andi, pada dasarnya adalah perbuatan terorisme dan negara tidak boleh kalah dari perbuatan terorisme. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Jasman Pandjaitan saat dikonfirmasi, Selasa, mengakui pimpinan Kejagung sudah mendengar adanya ancaman tersebut. Namun demikian, pihaknya beranggapan bahwa persoalan eksekusi Amrozi sepenuhnya merupakan persoalan hukum, bukan politik. "Saya no comment," kata Jasman. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Terkait pengamanan pimpinan Kejagung, Hendarman Supandji dan Jampidum Abdul Hakim Ritonga, Jasman menegaskan hal itu sudah diatur dalam prosedur tetap pengamanan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Saat ditemui wartawan, Jaksa Agung Hendarman Supandji bungkam ketika ditanya soal ancaman pembunuhan terhadap dirinya. Hendarman hanya melengggang menuju mobil dinasnya, sambil mengangkat tangan kanan menanggapi wartawan yang mengejarnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sementara itu, Kejagung telah menunjuk tim jaksa eksekutor tiga terpidana mati kasus Bom Bali I, yakni Amrozi, Ali Ghufron alias Muklas, dan Imam Samudra. Tim jaksa eksekutor itu berasal dari jajaran Kejati Jawa Tengah dan Kejati Bali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kapuspenkum Kejagung Jasman Pandjaitan menerangkan, tugas jaksa eksekutor hanya menyangkut aspek yuridisnya, sedangkan untuk eksekusinya dilakukan oleh pihak kepolisian. (don)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-4142389640579859262?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/4142389640579859262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=4142389640579859262' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/4142389640579859262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/4142389640579859262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/penyebar-teror-bunuh-sby-jk-terus.html' title='PENYEBAR TEROR BUNUH SBY-JK TERUS DIBURU'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-5205415219294234838</id><published>2008-11-02T04:07:00.000-08:00</published><updated>2008-11-02T04:12:37.853-08:00</updated><title type='text'>MEDIA MASSA MEMBERI INSPIRASI BAGI PELAKU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;     Kasus mayat dipotong-potong atau mutilasi (mutilate) yang terjadi akhir-akhir ini, membuat hati kebanyakan orang  miris. Belum habis kita dibuat kaget oleh peristiwa  mutilasi dengan korban Heri Santoso yang dilakukan Verry Idham Henyansyah alias Ryan, tiba-tiba  masyarakat  kembali digemparkan   oleh kasus serupa yang ditemukan di Bus Mayasari Bakti P-64, Senin (29/9).    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;  Pada bus jurusan Kalideres-Pulogadung Km 18 Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), itu ditemukan seonggok  tubuh manusia yang sudah dipotong-potong menjadi 13 bagian. Yang lebih menakutkan, dalam bungkusan tersebut tak ditemukan kepala, jari tangan, dubur dan bagian organ yang lain.     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;  Di tengah penyelidikan kasus mayat di Cakung yang cukup memakan waktu (karena polisi kesulitan mengetahui identitas korban), terjadi kasus mutilasi lagi di Cibinong, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Mayat wanita hamil  ditemukan di semak-semak dalam keadaan kedua tanganya terpotong.       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pada ketiga kasus mutilasi tersebut,  polisi akhirnya menangkap tiga tersangka pelakunya. Yang menarik, para tersangka itu  ternyata orang dekat dari korban. Ryan membunuh pasangan gay-nya Heri Santoso, karena mau merebut pacarnya Noval.      &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; Pada kasus di Cakung,  Yati membunuh suaminya Hendra karena sering disakiti.  Sedangkan di Cibinong,  tersangka Entong  merasa terhina karena  isterinya, Atika, sering menjelek-jelekan dirinya.     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tentunya dari ketiga aksi perbuatan kejam itu cukup mengganggu nilai-nilai kemanusian kita sebagai bangsa yang beradab.  Itu karenanya, timbul pertanyaan, apa latar belakang orang yang berperilaku seperti itu? Bagaimana tinjauan dari sudut pandang psikologi ?     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; Berikut ini wawancara wartawan Suara Karya B Sadono Priyo dengan Guru Besar pada Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Sarlito Wirawan Sarwono atau lebih  akrap dipanggil Prof Ito.         Bagaimana Prof Ito melihat berbagai kasus mutilasi akhir-akhir ini ? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;     Sebenarnya kasus mutilasi telah banyak terjadi di Indonesia. Jauh sebelum kasus Ryan, di Jakarta pernah gempar dengan kasus mayat potong tujuh pada tahun 1980-an. Juga pada kerusuhan antaretnis di Kalimantan, Maluku, dan Poso, sering kali dijumpai  kasus mutilasi.     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; Kalau dikatakan ngetrend, saya kurang setuju. Kasus-kasus yang ditemukan akhir-akhir ini  sifatnya kasuistis. Artinya harus dilihat kasus per kasus.     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; Yang terjadi sekarang kebanyakan dipicu oleh media massa. Pelakunya nonton televisi dan membaca koran yang kemudian berpengaruh pada pola pikirnya untuk melakukan  kejahatan seperti itu.  Dengan kata lain, pelaku meniru peristiwa sebelumnya yang dilakukan oleh pelaku lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;     Kebanyakan kasus mutilasi dilatarbelakangi kebencian dan sakit hati yang berlebihan. Dan yang menarik banyak pelakunya yang menderita penyimpangan seks. Bagaimana Anda melihatnya ? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;     Bisa jadi orang itu melakukan mutilasi karena dilanda kebencian yang berlebihan.  Terjadi ledakan kemarahan karena ia merasa terhina atau cemburu. Kasus-kasus seperti itu biasanya berlangsung secara spontan dan tidak terorganisasi.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt; Pada kasus-kasus tertentu, saya sepakat pelaku mutilasi dilakukan oleh orang dekat atau pernah dekat.  Kasus Ryan ini memang menarik, dan menjadi bagian dari penelitian saya. Ryan dianggap mempunyai perilaku seks menyimpang. Biasanya   pria homoseksual memiliki kecenderungan melakukan kekerasan dahsyat. Kecenderungan ini terkait dengan sifat lebih posesif yang dimiliki gay atau laki-laki homoseksual.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;  Ledakan kejiwaan juga cenderung lebih keras karena sifat percintaannya yang biasanya mencintai untuk menguasai dengan pendekatan.  Dengan kata lain, dalam kasus-kasus perebutan, perselingkuhan, dan pertengkaran asmara, kaum homoseks umumnya berprinsip, 'kalau saya tidak dapat, maka kamu pun tidak akan mendapat dia'. Interaksi berlangsung agresif, saling menghancurkan! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;     Apakah pelaku mutilasi  bisa disebut psikopat (sakit jiwa)?  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;     Untuk menggolongkan orang itu psikopat, banyak kriterianya. Saya belum bisa menyebut pelaku itu psikopat sebelum melakukan  penelitian. Orang psikopat cenderung  merasakan kenikmatan dan kenyamanan serta kesenangan ketika menyaksikan kesakitan, penderitaan dari orang lain yang diakibatkan oleh perbuatan yang ditimbulkan.       &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Faktor  lain yang melekat pada suatu diri psikopat adalah faktor afektif atau interpersonal dan faktor gaya hidup sosial yang menyimpang. Selain itu untuk menyebut apakah orang itu menderita psikopat atau tidak, banyak hal, seperti orang itu merasa tidak bersalah (berdosa), tidak menyesali perbuatannya dan masih banyak fator lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;     Apakah fenomena mutilasi ini bisa dihentikan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;     Di Indonesia,  kasus mutilasi saya kira belum sampai pada tahapan kelompok mafia.  Di luar negeri ada semacam  kelompok kejahatan terorganisasi yang ingin menunjukkan kekuatan dan peringatan kepada pesaing atau pun anggotanya.      &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Contohnya, mutilasi dilakukan untuk memberikan semacam teguran kepada anggota yang berkhianat atau kepada lawan.      Mutilasi masih dianggap sebagai cara untuk bisa membunuh tanpa diketahui pihak kepolisian. Kalau pun berhasil teridentifikasi, akan memerlukan waktu yang lama.      &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Seperti yang sudah diungkapkan,  peran media massa besar sekali.  Munculnya mutilasi dikarenakan efek peniruan tadi (imitation effect).     Hal ini bisa dihindari dengan pengontrolan media, karena  pemberitaan media massa turut mengajarkan pelaku baru untuk dapat belajar dari kesalahan menghilngkan jejak. ****&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                          &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-5205415219294234838?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/5205415219294234838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=5205415219294234838' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/5205415219294234838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/5205415219294234838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/11/media-massa-memberi-inspirasi-bagi.html' title='MEDIA MASSA MEMBERI INSPIRASI BAGI PELAKU'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-774275321349524257.post-8315855295260021392</id><published>2008-10-26T07:01:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T07:07:34.137-07:00</updated><title type='text'>PELAKU MUTILASI ITU ISTRI KEEMPAT KORBAN</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;JAKARTA (Suara Karya): Misteri mayat korban mutilasi di Bus Mayasari Bakti, akhirnya terkuak.  Korban yang memiliki tato macan di lengan kiri itu ternyata Hendra (41), warga  yang mengontrak di RT 04, RW 04, Kota Bumi, Tangerang. Sehari-hari dia  sopir angkot jurusan Kota Bumi - Kalideres.     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt; Mayatnya diduga dipotong-potong oleh Sriyati alias Sutemi yang tak lain isteri keempat Hendra. Motifnya karena sering disakiti suaminya.        &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Belum ada penjelasan resmi tentang terungkapnya identitas Hendra. Wadireskrimum Polda Metro AKBP Purwadi yang dihubungi melalui telepon seluler mengaku masih mencocokan data. "Sama-sama lah, kita juga masih mencocokan data-data di lapangan dengan bukti-bukti yang sudah dikumpulkan," katanya.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;  Dugaan bahwa Sriyati merupakan pelaku mutilasi berasal dari pengakuan tentangga Hendra dan Yati. Endah, tetangga suami isteri tersebut, mengaku mengenal Hendra. Ia juga tahu laki-laki tersebut punya tato macan di lengan.     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt; Ia mengaku sudah dipanggil polisi atas laporannya. Kecurigaan bahwa Yati yang membunuh Hendra karena pada Minggu (26/10) sebelum lebaran Sriyati pernah meminjam golok untuk membelah kelapa dan memotong kerbau. Mayat Hendra ditemukan di Bus Mayasari Bakti, Senin ((29/10) pukul 15.00.      &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt; Kecurigaan lain yang dirasakan,  tiba-tiba Yati  mengaku akan ke rumah anaknya   di Temanggung selama dua bulan. Anehnya  seluruh barang Yati dibawa. Padahal, wanita itu pernah janji mau membuat kue sebelum lebaran untuk dijual ke tetangga-tetanga. Saat ditanya  keberadaan Hendra, kata Yati, suaminya sedang dapat order menyopir ke Bandung.     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt; Selain menangkap Yati, polisi juga menangkap AR, laki-laki yang menemani Yati di bus Mayasari Bakti. AR ditangkap lebih dulu pada Jumat (24/10), di Tangerang.  Dia yang membawakan  tas kresek merah yang berisi 13 potongan tubuh korban. Kepada polisi sopir angkot itu  mengaku  tidak tahu kalau tas yang dibawanya berisi potongan mayat.                               &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Kasus Cibinong    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;  Sementara itu pada kasus mutilasi di Cibinong, Bogor, polisi akhirnya menetapkan Saiman alias Entong  sebagai tersangka. Laki-laki dua isteri itu  mengaku memotong kedua telapa tangan sang istri karena suka meminta-minta.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Perbuatan tersangka dilandasi  perasaan sakit hati dan cemburu. Atika sebagai istri kedu kerap meminta uang kepada orang lain, sekaligus menjelek-jelekkan dirinya. Karena tak kuasa menahan kesabaran, Entong  akhirnya membunuh istrinya dan menghilangkan  kedua telapak tangan Atika.     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Kanit Reskrim Polsek Cibinong, Ipda Victor di Cibinong, Bogor, Minggu (26/10) mengatakan, Entong mengaku isterinya sering mengumbar cerita bahwa suaminya tak pernah memberi uang. Entong  juga cemburu karena pernah melihat almarhumah jalan dengan laki-laki lain.      &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Sejak awal, kata Viktor, pihaknya  sudah curiga pelakunya Entong.  Tapi, polisi  terus menyelidiki alibi-alibinya. Setelah ada petunjuk yang jelas, polisi berhasil mengorek pengakuan Entong. "Tanda tangannya yang ada di kartu Flexi (barang bukti  --Red) sama dengan tanda tangan yang ada di BAP Entong waktu jadi saksi. Saya lihat ada coretan di kartu Flexi itu kok sama dengan di BAP. Lap (kain --Red) untuk membekap Atika juga ada di rumahnya," tuturnya.     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt; Entong akhirnya mengakui perbuatannya. Pembunuhan dilakukan dengan mencekik Atika. Kemudian mulut  istri dibekap dengan kain handuk. Setelah dipastikan tewas,  kedua telapak tangan Atika baru dipotong.  Entong, yang bakal  dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan biasa atau pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, diduga  melakukan pembunuhan ini secara berencana.     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Karenanya, walau sudah mengakui membunuh istrinya,  Entong tetap diperiksa secara intensif oleh Polsek Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Pasalnya, polisi menduga dia (Entong --Red) melakukan pembunuhan secara berencana. (Sadono)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/774275321349524257-8315855295260021392?l=don-news.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://don-news.blogspot.com/feeds/8315855295260021392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=774275321349524257&amp;postID=8315855295260021392' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/8315855295260021392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/774275321349524257/posts/default/8315855295260021392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://don-news.blogspot.com/2008/10/pelaku-mutilasi-itu-istri-keempat.html' title='PELAKU MUTILASI ITU ISTRI KEEMPAT KORBAN'/><author><name>don-ndut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01989998591313564723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
